

Proyek perbaikan jalan di dekat Tugu Theys, Entrop . Terlihat arus lalulintas berjalan lancar meski proyek sementara berlangsung, Rabu (15/4) (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Proyek perbaikan jalan yang menghubungkan Entrop – Abepura tepatnya di dekat Tugu Theys, di belakang Perumahan pemerintah daerah (Pemda) l, Entrop sementara berlangsung.
Jalan yang ambles pada November 2025 lalu itu, dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua, sejak Maret lalu, melalui rekanan CV. Rajawali. Perbaikan jalan ini mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 7 Milyar.
Kepada Cenderawasih Pos, Samuel selaku kontraktor proyek itu menyampaikan bahwa proyek perbaikan jalan tersebut akan membutuhkan waktu kurang lebih 240 hari kalender lamanya atau sampai Oktober 2026 mendatang.
Meskipun demikian Samuel mengatakan pihaknya terus berupaya agar proyek perbaikan jalan tersebut cepat selesai. Sehingga aktivitas masyarakat Kota Jayapura dapat berjalan lancar.
Diakui banyak faktor yang dapat menghambat proses pekerjaan itu, salah satunya adalah kondisi cuaca di Kota Jayapura yang tidak menentu. Cenderung terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga pekerja terpaksa diliburkan dan kerja terpaksa dihentikan.
“Kita target selesainya bulan Oktober (2026) mendatang, tetapi kita tetap berusaha agar proyek ini cepat selesai. Banyak faktor yang sebenarnya dapat menghambat kerja kita. Salah satunya faktor cuaca. Proyek ini menggunakan anggaran APBN dengan total sekira Rp 7 Miliar,” beber Samuel, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/4).
Meski belum bisa dipastikan, namun dari pihak kontraktor dari CV Rajawali itu menargetkan proyek perbaikan jalan dan tanah longsor itu dapat ditempuh maksimal dua bulan selesai, bila tidak ada kendala yang berarti.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…