

Rori Cony Huwae (FOTO:Takim/Cepos)
JAYAPURA – Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua tahun 2025 adalah Rp 4.285.850 per bulan. Angka ini naik 6,5% dari UMP tahun 2024 yang sebesar Rp 4.024.270. Kenaikan ini berlaku di seluruh kabupaten/kota di Papua mulai 1 Januari 2025. Kesepakatan kenaikan UMP Papua 2025 ini dicapai antara Pemprov Papua dengan dewan pengupahan di wilayah setempat beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Rori Cony Huwae menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perusahaan untuk memastikan penerapan UMP ini. Menurut Rori, setelah UMP ditetapkan maka wajib hukumnya bagi perusahaan untuk menindaklanjuti regulasi tersebut.
“Wajib hukumnya bagi perusahaan untuk menjalankan UMP terbaru ini, namun jika ditemukan ada yang tidak patuh maka pasti akan ada sanksi administrasi yang harus diterima sesuai pelanggaran yang dibuat,” tutur Rori saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di kantor walikota, Jumat (14/2).
“Sanksi yang terberat itu adalah cabut izin perusahaan, jika yang bersangkutan bisa menyelesaikan maka kita tidak cabut tentu lewat prosedur yang ada. Sebelum menerapkan sanksi kita juga harus melihat dari sisi kemampuan daripada perusahaan yang bersangkutan,” lanjutnya.
Page: 1 2
Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara…
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah…
Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa…
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka…
Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program…
Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…