Categories: METROPOLIS

Pj Gubernur: Proses Seleksi JPTP Bukan Tiba-tiba

   Dikatakan, seleksi dilakukan secara open biding. Terbuka, dalam artian memprioritaskan yang ada di Pemprov. “Semuanya secara terbuka, dan semua saya minta memonitor itu. Bahkan ada yang bermain duit saat itu juga langsung saya gugurkan,” kata Ramses.

   “Tidak ada untungnya buat saya, tidak ada titipan apa pun. Saya hanya berkeinginan Papua ini lebih baik, itu saja,” sambungnya menegaskan.

   Ramses mengaku mendengar setiap pendapat dan masukan, sebab ia bekeja bukan karena kekuasaan apalagi sistem kerajaan-kerajaan. “Kita berbicara by sistem, dan sistemnya sejak September 2024. Setelah itu turun izin pada Desember, tidak ada kewenangan kita untuk melakukan itu tanpa izin tertulis,” ungkapnya. .

    “Saya lakukan ini karena melihat bahwa kinerja dinas atau OPD kita saat ini kurang optimal. Oleh karena itu, saya mengusulkan ke Kemendagri untuk segera melakukan seleksi,” jelas Ramses.

  Ramses juga menegaskan bahwa semua yang lolos seleksi adalah pegawai yang sudah bekerja di Pemprov Papua, tidak ada orang luar. “Saya juga sudah menegaskan bahwa tidak ada transaksi uang dalam proses ini. Jika terbukti ada, maka mereka akan langsung digugurkan,” ujarnya.

   Oleh karena itu, ia memastikan bahwa seleksi dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, dengan izin tertulis dari pimpinan tertinggi pemerintahan. Ia berharap lembaga legislatif dapat menghormati proses yang tengah berjalan demi kemajuan Papua.

  “Kami harap semua pihak bisa memahami situasi yang terjadi di lingkungan Pemprov saat ini, karena kalau kita biarkan jabatan tinggi ini kosong maka pola pembangunan di Papua akan menjadi lambat,” jelasnya.

   Diketahui, sebelumnya Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRP Papua, Tulus Sianipar, mendesak PJ Gubernur Ramses Limbong untuk membatalkan proses seleksi JPTP tersebut. Menurut Tulus, seleksi ini tidak mendesak dan seharusnya menjadi tugas gubernur definitif, bukan pejabat transisi.

   Ia menilai proses seleksi JPTP terkesan terburu-buru, sementara fokus PJ Gubernur seharusnya adalah mempersiapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih serta laporan akhir masa jabatan. “Kami menilai seleksi JPTP ini terkesan terburu-buru, karena ini bukan hal yang urgent sehingga harus diselesaikan oleh pejabat sementara,” ujarnya pada Jumat (10/1). (fia/rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Diharapkan Lebih Profesional, Transparan, dan fokus Kebutuhan Jamaah

  Pemerintah menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya pemindahan kewenangan, tetapi juga mencakup peralihan pegawai,…

7 hours ago

Dari Sagu hingga Noken, UMKM Papua Disiapkan Menembus Pasar Dunia

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP)…

7 hours ago

Pengedar Sabu Bakal Dikenakan 3 Pasal Narkotika

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan tersangka DM masuk dalam…

8 hours ago

Pemkot Seleksi Calon Pimpinan OPD Definitif

Rustan Saru mengatakan, berbagai tahapan seleksi telah dilalui, mulai dari uji kompetensi hingga proses administrasi…

8 hours ago

Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Seorang Pemuda Diamuk Massa

Terduga pelaku sendiri saat kejadian tersebut diduga dalam pengaruh minuman keras. Kapolsek Merauke Kota melalui…

9 hours ago

Kedisplinan dan Kualitas Pelayanan Kelurahan Perlu Dibenahi

Hingga pukul 09.00 WIT, jumlah pegawai yang hadir baru mencapai sekitar 50 persen. Bahkan, pada…

9 hours ago