

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Pemerintahan Setda Papua Suzana Wanggai saat melakukan sidak di Pasar Hamadi, Selasa (12/12). (FOTO:Antara)
JAYAPURA – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat menyebutkan stok beras saat ini tahan hingga empat bulan ke depan dengan posisi 29 ribu ton yang cukup memenuhi kebutuhan menjelang Natal 2023.
Wakil Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Papua dan Papua Barat Mara Kamin Siregar di Jayapura, Kamis, mengatakan selain dengan stok terkini 29 ribu, ada juga beras yang sedang perjalanan dari Surabaya ke Papua.
“Melihat stok kami saat ini, sangat cukup apalagi selain posisi beras 29 ribu ton namun ada juga beras yang akan masuk,” katanya.
Menurut Mara, beras yang sementara dalam perjalan ini diperkirakan akan masuk sebelum perayaan Natal sehingga kepada masyarakat, TNI/POLRI dan ASN tidak perlu khawatir akan stok beras saat ini.
“Untuk itu kami selalu mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir karena stok beras Bulog dan beberapa barang komoditi tersedia,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Pemerintahan Setda Papua Suzana Wanggai, mengatakan telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor Bulog dan pasar tradisional pada Selasa (12/12) di mana pihaknya menyampaikan stok beras Bulog dalam kondisi aman.
“Untuk itu kam mengimbau agar warga tidak berbelanja secara berlebihan dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 karena stok bahan pokok dalam kondisi yang cukup. “ katanya
Menurut Suzana, pihaknya juga mendorong warga menanam cabai di lingkungan rumahnya masing-masing. Hal ini sebagai salah satu upaya menekan inflasi di Papua. (antara)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…