

Ketua Pokja Adat MRP, Raymond May. (Foto/Istimewa
JAYAPURA-Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP), Raymond May, menegaskan pentingnya perlindungan lingkungan dan wilayah adat dalam momentum peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia pada 9 Agustus 2025.
Pokja Adat MRP menggelar dialog bersama masyarakat adat di seluruh kabupaten/kota di Papua untuk menjaring aspirasi dengan tema “Selamatkan Manusia dan Sumber Daya Alam”.
Dialog ini membahas peran masyarakat adat dalam menjaga lingkungan sebagai sumber kehidupan, terutama melindungi tanah, hutan, dan sumber daya alam dari praktik jual-beli bebas.
“Hutan adalah “mama” contoh konkret, kami mengajak masyarakat adat di wilayah Cycloop untuk menolak masuknya investor yang mengancam kelestarian gunung. Gunung itu adalah sumber kehidupan masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura, sekaligus menjadi pagar dari Selat Pasifik,” ujar Raymond di Jayapura, Selasa (12/8).
Raymond mengungkapkan, Pokja Adat telah menyusun 10 program prioritas meliputi, Rapat Dengar Pendapat Dengan Pemerintah Daerah Terkait Penggunaan Dana otsus di Provinsi Papua. Pemetaan Hak Ulayat Masyarakat Adat Papua.
Penyelesaian Ganti rugi Hak K Ulayat Adat Masyarakat OAP. Penunjauan Ulang kerjasama dengan Pihak ketiga terkait Hak Ulayat Orang asli Papua. Pendataan Orang asli papua dan Peluncuran sistem Aplikasi Pendataan (OAP) Konsolidasi Ke Dewan Adat papua dan Lembaga Masyarakat Adat di Provinsi Papua.
Page: 1 2
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, menjelaskan berdasarkan analisis terhadap data ekspor-impor, pihaknya…
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus menjalankan program pembangunan demi memperkuat perekonomian…
Manajer klub Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan sedikit dipusingkan dengan sanksi tanpa penonton pada putaran pertama…
Menurut Mahfud, banyak pihak terkecoh saat Polri dan Kejaksaan menyampaikan kasus tersebut sudah dilimpahkan. Sebab,…
Kesemutan terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan dalam waktu lama atau aliran darah ke saraf terhambat.…
Warga mengenal lokasi tersebut sebagai Taman Baca Masyarakat (TBM) Cahaya. Bukan sekadar tempat meminjam buku,…