Dengan demikian, tantangan terbesar Mari-Yo bukanlah memulai pemerintahan baru, melainkan memulihkan kepercayaan yang telah lama terurai. Arah kepemimpinan ke depan akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah mampu membangun tata kelola yang terbuka dan partisipatif.
“Dimana kebijakan publik menjadi ruang pertemuan antara negara dan masyarakat, yang diorientasikan pada pemecahan masalah nyata, bukan sekadar pengulangan prosedur birokratis tanpa makna substantif.,” pungkasnya. (jim?tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…
Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…