

Rustan Saru (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengimbau seluruh nelayan di wilayahnya untuk menghentikan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Penggunaan bom ikan dinilai tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa para nelayan itu sendiri.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang aktivitas melaut selama dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Menangkap ikan silakan, itu boleh-boleh saja. Namun, jangan sampai merusak lingkungan dan biota laut kita. Menggunakan bom mungkin terasa mudah, tetapi risikonya sangat besar,” ujar Rustan di Jayapura, Rabu (12/6)
Ia mengungkapkan, penanganan bahan peledak secara ilegal memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. Kesalahan fatal dalam penggunaannya dapat berujung pada cedera berat hingga kehilangan nyawa.
Oleh karena itu, demi keamanan bersama, Rustan meminta kesadaran penuh dari masyarakat pesisir untuk meninggalkan metode penangkapan yang destruktif tersebut. Menurutnya, kerusakan terumbu karang akibat ledakan akan menghancurkan habitat tempat ikan berkembang biak.
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…
Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…