

dr. Ary Pongtiku, MHM., ( FOTO: gratianus silas/cepos)
JAYAPURA- Vaksinasi Covid 19 di seluruh Indonesia sudah menjadi aturan dari Presiden untuk mewajibkan orang divaksinasi. Namun, sekalipun seseorang bersedia divaksinasi, kondisi kesehatannya akan dilihat terlebih dahulu.
“Artinya, saya mau divaksin, tapi kalau saya ada sakit, saya tidak bisa menerima vaksin itu. Jadi, mereka (tenaga kesehatan) akan screening dulu semua (kondisi tubuh),” jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Ary Pongtiku, MHM., Rabu (13/1) kemarin.
Namun, sehubungan dengan hal tersebut, dr. Pongtiku merasa bahwa sosialisasi perihal vaksin Covid 19 ini harus gencar dilakukan.
“Apalagi seperti petugas kesehatan yang mengetahui pekerjaannya itu selalu berhadapan dengan orang sakit, yang kemungkinan juga terpapar Covid 19. Kalau dia (petugas kesehatan) tidak disuntik vaksin dan fase vaksinasi sudah selesai, kemudian masih ada terus gejala Covidnya, maka bisa menularkan lagi kepada orang lain,” tambahnya.
“Makanya, dengan vaksin, minimal rantai penularan ini bisa dikurangi atau diputuskan dan memberikan safety kepada orang lain,” pungkasnya. (gr/gin)
Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…
Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…
Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…
Kapolres mengatakan, aktivitas masyarakat di Kota Agats telah kembali berjalan normal. Kegiatan perekonomian, pelayanan publik,…
Dalam sidak tersebut, Wali Kota menerima laporan dari warga yang mengaku mendapat ancaman dari…