Categories: METROPOLIS

Akan Dibicarakan di Para-para Adat

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano MM., memimpin rapat bersama para ondoafi di Kampung Tobati -Enggros, Tetua Adat, KPK Enggros dan Tobati, dalam rencana pembahasan persemian secara adat dan doa bersama di jembatan Youtefa dan Ring Road, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (13/12) kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,telah melakukan pertemuan bersama dengan para ondoafi dari Tobati-Enggros, para tetua adat, KPK Tobati, KPK Enggros, Kapolres Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas, serta Ketua GKI Klasis Port Numbay Pdt. Hein C.Mano, M.Si.,di ruang rapat Wali Kota Jayapura, Jumat (13/12)kemarin, dalam membicarakan peresmian secara adat dan doa bersama di jembatan youtefa dan ring road hamadi-skyland. 

  Inti dari pertemuan itu, jembatan youtefa dan ring road belum bisa dilakukan peresmian secara adat, jika belum dibicarakan di para-para adat dan rumah ondoafi tobati, serta dewan adat, serta ondoafi besar Tobati-Enggros Herman Hamadi.

  Sehingga, jika nanti sudah dilakukan pertemuan bersama melalui para-para adat dan rumah ondoafi Tobati, sudah ada kesepakatan bersama tentu bisa dilaksanakan persemian secara adat dan doa bersama kapan harinya, dimana lokasinya dan apa saja yang dipersiapkan, maka Wali Kota Jayapura akan mempersiapkan itu semua.

  “Dulunya sebelum pembangunan jembatan youtefa kita sudah lakukan upacara adat, sepanjang pembangunannya tidak ada masalah dan menelan korban jiwa, tapi setelah dilakukan persemian oleh Presiden RI namun belum diresmikan secara adat ada beberapa korban jiwa, sehingga kita harapkan sebagai anak adat harus bisa melakukan upacara adat dan doa bersama,”ungkapnya.

  Wali Kota juga menegaskan, memang untuk lahan pendekat di jembatan youtefa sampai saat ini belum bisa dibayarkan Pemkot, hal ini disebabkan karena sampai saat ini keputusan dari Pengadilan siapa pemilik tanah itu belum keluar, jika sudah ada keputusan tetap maka Pemkot akan membayarnya.

Sementara itu, beberapa  tokoh adat Tobati-Enggros juga berharap, dengan kejadian adanya korban jiwa di jembatan youtefa, diharapkan pihak kepolisian untuk bisa terus melakukan patroli, melarang pengendara jangan parkir di atas jembatan bila perlu ditilang, karena ini jalan tol tidak boleh ada kendaraan parkir di atas jembatan.(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Berikan Ruang Kepada Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus

  Denny menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan Dana Tambahan Otsus melalui program-program yang…

5 hours ago

Perkuat Lembaga Penyedia Pemberdayaan Perempuan

  Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari dalam kegiatan…

6 hours ago

Akses Kepulauan Jadi Fokus Transportasi Papua

  Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally, mengatakan penguatan konektivitas menjadi salah satu perhatian…

7 hours ago

Aktivitas Akademik maupun Administrasi Dihentikan, Fokus Beri Penghormatan Terakhir

   Menjelaskan situasi di lapangan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pemalangan, Kamus Bayage, menegaskan bahwa penutupan…

8 hours ago

Faktor Keamanan, Nakes Non OAP Ditarik ke Kota Wamena

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rudi Aibesa, S.KM. M.Kes membenarkan jika ada surat yang dikeluarkan oleh…

9 hours ago

DPRK Tolikara Kawal Pelaksanaan APBD 2026, Dorong Percepatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRK Tolikara, Meinus W. Yanengga, S.IP., bersama anggota DPRK Tolikara dalam…

10 hours ago