Categories: METROPOLIS

Tuntut Sistem Pendaftaran Calon Mahasiwa Baru dan Kuliah Secara Offline

JAYAPURA- Sejumlah mahasiswa Peduli Orang Asli Papua (OAP) mengelar aksi demontrasi di Gapura Universitas Cendrawasih Abepura, Senin (13/6) pagi. Koordinator aksi Mahasiswa Uncen Gerson Pigay mengatakan tujuan adanya aksi demontrasi untuk  minta  Rektor Universitas Cenderawasih mengubah sistem penerimaan mahasiswa semester I tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan sistem offline.

  Sebab, sebagian besar OAP yang berasal dari wilayah pedalaman kurang begitu memahami sistem pendaftaran online. “Dengan melandainya kasus covid saat ini, kami harap sistem pendaftaran tidak perlu menggunakan online lagi, kasihan adik adik kami yang dari kampung, mereka tidak mengerti cara pendaftaran sistem online seperti ini, jadi kami harap sistem pendaftaran harus dirubah dengan sistem offline”, tuturnya kepada wartawan, Kamis (13/6).

   Dalam aksi tersebut mereka juga menuntut agar sistem penerimaan program mahasiswa  mengutamakan orang asli Papua dibandingkan mahasiswa umum.  “Kami minta sistem penerimaan Mahasiswa program SLSB, 90 persen orang asli Papua dan sisanya untuk umum, ini wajib dilakukan karena sesuai dengan tujuan dasar adanya kampus Uncen untuk meningkatkan SDM generasi Papua, tapi kenyataanya selama ini pihak kampus mengabaikan hal tersebut”, tandas Gerson.

   Selain itu, Gerson juga meminta agar sistem pembelajaran tahun ajaran baru dilakukan dengan sistem offline, sebab pihaknya menganggap, adanya pembelajaran online selama ini sangat berpengaruh pada keefektifan belajar para mahasiswa.

  “Sistem online memaksa keadaan mahasiswa, tidak semua mahasiswa bisa beli pulsa data, punya hp android, dan jika hal ini terus dilakukan bagaimana mau tingkatkan SDM. Kami akan siap belajar dengan prokes yang ketat, yang terpenting harus belajar secara tatap muka”, tutur Gerson.

  Hal yang sama juga dikatakan oleh Yabet Degei, selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen, Yabet mengatakan adanya aksi tersebut karena ingin menyuarakan seruan dari para calon mahasiswa baru yang memiliki kendala pada sistem pendaftarannya.

  Padahal menurutnya tujuan hadirnya Kampus Uncen untuk bagaimana mempersiapkan SDM generasi muda Papua di masa yang akan datang, tapi kenyataanya selama ini  justru orang Papua dikesampingkan. Karena keegoan kepentingan lembaga kampus.

  “Covid sudah reda, kegiatan di luar sana sudah bebas, dimana mana ada kegiatan berkumpul, tapi kenapa di kampus masih ada sistem online, ini sama hal mereka mempersulit anak anak Papua, agar pendatang yang memahami sistem ini saja yang bisa kuliah di Uncen. Hal ini sangat tidak adil. Kami minta sistem pendaftaran harus dilakukan secara offline”, tegas Yabet. (Cr-267/tri)

newsportal

Recent Posts

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

41 minutes ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

2 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

3 hours ago

Ketemu Tupai Jinak, Kayu Bolong dan Guyuran Hujan

Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…

4 hours ago

Komoditas Kayu Masih Jadi Andalan Ekspor Papua

BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…

5 hours ago

Abisai Rollo: Hutan Bakau Tetap Harus Dilestarikan!

Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…

6 hours ago