Categories: METROPOLIS

Indah Namun Kami Menangis

Mama-mama asal Kampung Engros memperagakan drama yang mencerminkan ratapan mereka akibat hutan perempuan (Tonotwiyat) mereka kini banyak yang rusak, tercemar akibat sampah. Drama ini ditampilkan dalam pembukaan   acara Beautiful Youtefa Festival di Pantai Cbery, Kampung Engros, Kamis (13/2) kemarin. (Gamel Cepos)

Beautiful Youtefa Festival Remi Dibuka 

JAYAPURA – Acara Beautiful Youtefa Festival tahun 2020 akhirnya dibuka dan digelar di Pantai Cbery, Kampung Engros Kota Jayapura, Kamis (13/2). Acara perdana ini dimulai dengan penanaman pohon dan aksi bersih sampah. Sejumlah acara yang berkearifan lokal juga disajikan termasuk diskusi terkait hutan mangrove dengan persoalannya. Warga kampung ikut dilibatkan dimana tak sedikit yang membangun pondok-pondok makan dan menyajikan kuliner  asli kampung. 

  Dalam acara ini mama-mama dari kampung Engros diberi waktu untuk menyampaikan apa yang dirasa seiring pesatnya pembangunan di kota. Satu persoalan ril yang disimpulkan adalah hutan perempuan mereka, Tonotwiyat kini banyak yang tercemar. Hutan yang menjadi dusun dan dapur bagi keluarkan gini dipenuh sampah. “Bia dan ikan kini sulit ditemui, tidak seperti dulu. Yang banyak justru sampah plastik,”  tutur mama-mama dalam drama yang diterjemahkan oleh Batseba Afar pada pembukaan. 

 Keluhan ini tak ditampik oleh Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert Nicolas Meraudje yang membuka kegiatan mewakili Benhur Tomi Mano, Wali Kota Jayapura. “Apa yang disapaikan mama-mama itu ya seperti itu sudah, saya juga berasal dari kampung ini (Engros) dan mengerti yang disampaikan tadi. Tempat kami indah tapi sebenarnya kami menangis,” kata Evert dalam sambutannya. 

 “Dibalik keindahan ini tak banyak yang didapat, hanya sampah,” ujarnya. Mantan Kadispar Kota Jayapura ini menyampaikan kalimat yang penuh makna dimana kaum perempuan dari Engros lebih banyak sekolah di hutan bakau sedangkan yang laki-laki di Mau (rumah adat) sehingga semua yang tercatat  sebagai kearifan lokal patutnya dipertahankan dan satu upaya adalah ikut menjaga hutan yang ada. 

 Sementara, Kadispar Kota Jayapura, Mathias B Mano menyampaikan bahwa event Beautiful Youtefa Festival ini menjadi event perdana tahun 2020 yang murni digarap oleh komunitas. Pihaknya memberi ruang seluas-luasnya untuk siapa saja yang merasa mampu untuk menggarap potensi yang ada. “Potensi wisata di Jayapura ini banyak sekali dan kami sedang menata. Satu yang pertama adalah event Beautiful Yotefa ini  yang akan digelar hingga 15 Februari nanti,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Sekolah Yayasan Buka Lebih Awal, SPMB Diharap Transparan dan Objektif

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…

2 hours ago

Ubah Mindset, Pemuda Papua Jangan Hanya Jadi Penonton

Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan…

17 hours ago

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

23 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

1 day ago

Pengawasan BBM Diperketat Usai Kenaikan Harga Pertamax

Pemerintah Provinsi Papua akan memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul penyesuaian harga BBM…

1 day ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

1 day ago