Categories: MERAUKE

KAP Papua Bukan Tempat Bagi-bagi Proyek

Ketua KAP Papua Merauke Saverius Samkakai  didampingi  Sekretaris  KAP Papua Merauke Joseph  Nautje dan Koordinator Bidang Hukum dan HAM KAP Papua Merauke  Gabriel Ndawi, SH, MH saat berikan keterangan pers di kantor KAP Papua  Merauke,  Kamis (13/2). ( FOTO Sulo/Cepos )

MERAUKE-Ketua DPC  Kamar Adat Pengusaha  (KAP) Papua Merauke Saverius  Samkakai  menegaskan, bahwa  KAP Papua Merauke  bukan  sebagai tempat  untuk bagi-bagi proyek  kepada  anggota, namun  sebagai wadah berhimpun  pengusaha orang asli Papua   yang tidak hanya bergerak dalam bidang usaha   konstruksi,  namun  juga usaha ekonomi   lainnya,   seperti  usaha  dagang  mama-mama  Papua di pasar. 

   Hal ini ditegaskan Saverius Samkakai  didampingi   Sekertaris  KAP Papua Merauke Joseph  Nautje dan Koordinator Bidang Hukum dan HAM KAP Papua Merauke  Gabriel Ndawi, SH, MH di kantor KAP Papua  Merauke,  Kamis (13/2). Saverius Samkakai menjelaskan, bahwa KAP  berdiri di Tanah Papua  khususnya  Kabupaten Merauke  bukan membagi proyek, namun mengakomodir  pengusaha orang asli Papua. 

  ‘’Kami bangun mitra dengan pemerintah. Setelah itu, pemerintah   mau berikan kegiatan-kegiatan disitu nanti KAP mengakomodir. Tapi kembalikan    dari itu, maka  kami orang asli Papua    harus memiliki  perusahaan,’’ katanya.      

  Saverius  Samkakai menjelaskan bahwa  sampai saat ini, jumlah anggota   KAP Papua Merauke sebanyak  60   orang. Iapun  meminta seluruh anggota  dari KAP  Papua Merauke tersebut  untuk melengkapi seluruh   dokumen  perusahaan. Karena   bagaimanapun   dokumen administrasi   dari perusahaan wajib  dilengkapi, sehingga tidak menjadi kendala ketika  akan mendapatkan  kepercayaan  pemerintah  untuk mengerjakan sebuah paket  pekerjaan.

  Koordinator Bidang Hukum dan HAM KAP Papua Merauke  Gabriel Ndawi, SH, MH, juga menambahkan   bahwa KAP  Papua  bukan organisasi  ilegal  namun lahir dari Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2019  dan  turunannya Peraturan Gubernur Nomor 14 tahun 2019. “KAP  Papua itu berdiri  diatas dasar hukum yang kokoh dan kuat langsung dari  presiden,’’  tandasnya. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

6 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

6 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

7 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

7 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

8 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

8 hours ago