Categories: METROPOLIS

Sulit Untuk Berjualan, Jika Pasar Youtefa Terus Tergenang

JAYAPURA – Hujan lebat yang mengguyur pasar Youtefa pada, Rabu (10/12) malam menimbulkan beberapa bagian dari pasar itu tergenang air. Akibatnya para pedagang kesulitan dalam menata barang dagangannya.

Seperti halnya dirasakan oleh Mama Yeri (40) salah seorang pedagang di pasar Youtefa. Kepada Cenderawasih Pos ia mengungkap rasa kecewanya terhadap kondisi pasar yang dianggap kurang diperhatikan oleh pemerintah.

Ungkapnya dari tahun ke-tahun, ia dan para pedagang lainnya di pasar tersebut selalu mendapatkan janji manis dari pemerintah ketika mengunjungi pasar tersebut. Namun janji manis itu tak kunjung datang, sementara di satu sisi para pedagang menunggu dengan setulus hat.

Karena itu perempuan yang akrab disapa Mama Yeri itu merasa kecewa dengan pemerintah yang memberikan janji namun tidak ditepati. Puncak kekecewaan tumbuh ketika pihaknya harus rela membeli timbunan untuk menambah permukaan tanah sedikit tinggi, sehingga tetap aman ketika pasar sedikit tergenang.

“Dari tahun ke-tahun kondisi kita seperti ini saja tidak ada perubahan. Timbunan ini kita beli sendiri pake uang sendiri kalau tidak begitu jualan kita sudah terendam air,” kata Mama Yeri kepada Cenderawasih, Kamis (11/12) di pasar Youtefa.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ribuan Warga Intan Jaya Masih Mengungsi

Hanya saja dari banyaknya "pembantu" ini pemerintah diharapkan tak lupa bahwa ada hak dari ribuan…

1 day ago

Kekerasan Bersenjata di Tanah Papua Meningkat

Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten…

1 day ago

Dari Seks Sesama Jenis hingga Pencabulan Anak oleh Orang Tua Kandung

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura melalui layanan P2TP2A…

1 day ago

Para Lansia Juga Bakal Kebagian MBG

Program ini menyasar warga lanjut usia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta…

1 day ago

Aspirasi Provinsi Papua Utara Bukan “Barang Baru”

Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…

2 days ago

Usir Penjual Sayur Keliling, Kadistrik Sentani “Dirujak” Netizen

Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…

2 days ago