Categories: METROPOLIS

Keterisian Tempat Tidur di RS Bhayangkara Dibawah 50 Persen

Kabiddokes Polda Papua: Tetap Jaga Prokes Ketat dan Ikut Vaksin 

JAYAPURA – Sempat penuh dengan pasien Covid-19, Rumah Sakit Bhayangkara kini mengalami penurunan angka pasien Covid sebanyak 50 persen. Dimana sebelumnya pasien di Rumah Sakit Bhayangkara mencapai 100 persen.

 Kabiddokes Polda Papua Kombes Pol dr. Nariyana mengatakan, Keterisian Tempat Tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah Sakit Bhayangkara saat ini dibawah 50 persen. Hal ini menandakan sudah banyak pasien Covid-19 yang sembuh.

 “Penurunan tersebut ada dampaknya dari vaksinasi yang selama ini dilakukan, namun catatannya setelah vaksin tetap prokes. Selain itu, semua stakeholder mempunyai action dalam menurunkan penyebaran Covid-19,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (12/8) kemarin.

Menurut dr Nariyana, untuk menyelesaikan covid-19 di Papua maka masyarakat perlu melakukan prokes yang ketat, vaksinasi dan tangani yang sakit di rumah sakit rujukan. “Kalau ini dilaksanakan dengan baik, saya yakin Indonesia bebas dari Covid-19,” kata Kabiddokes.

Selain jumlah pasien Covid yang mulai berkurang di Rumah Sakit Bhayangkara, Kombes dr Nariyana juga menyampaikan puluhan Nakes di Rumah Sakit Bhayangkara yang terpapar Covid-19. “Sebanyak 40an Nakes kami yang terpapar Covid, namun yang bersangkutan sudah melakukan vaksin akhirnya efeknya ringan pada mereka. Dari 40an orang tersebut, tersisa 5 orang yang masih menjalani perawatan,” terangnya.

 Dijelaskan, seseorang yang sudah divaksin bilamana terkena covid maka gejalanya lebih ringan  daripada mereka yang belum vaksin. “Yang sekarang dimakamkan di Buper 80 hingga 90 persen diantaranya mereka belum vaksin,  sehingga jangan takut untuk vaksin karena tidak ada yang vatal kalau vaksin,” kata dr Nariyana.

 Sementara itu lanjut Kabiddokes, untuk pelayanan PCR dan rapid antigen di Rumah Sakit Bhayangkara masih berlaku. Pihaknya berusaha melayani masyarakat dengan cepat, bila perlu satu hari selesai. “Harapan saya pemerintah juga harus menyediakan Lab PCR di luar rumah sakit,” pungkasnya. (fia/wen) 

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago