Categories: METROPOLIS

Soal Bully, Bukan Candaan Jika Korban Merasa Malu dan Tertekan

JAYAPURA–Memasuki tahun ajaran baru 2026, para peserta didik baru di berbagai sekolah, khususnya di Kota Jayapura, mulai mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Untuk mencegah terjadinya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Polda Papua menggelar sosialisasi pencegahan bullying kepada para siswa baru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jayapura, Jumat (10/7), dan dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito.Dalam paparannya, Cahyo menjelaskan bahwa perundungan merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang untuk menyakiti, mengintimidasi, mempermalukan, maupun mengucilkan seseorang.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dianggap sebagai sekadar candaan apabila telah menimbulkan rasa takut, malu, tertekan, ataupun penderitaan bagi korbannya. “Dalam sosialisasi itu, saya memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pengertian bullying, ruang lingkup terjadinya perundungan baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial, berbagai bentuk perundungan seperti fisik, verbal, sosial hingga cyberbullying, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban, pelaku maupun saksi,” ujarnya.

Selain itu, para siswa juga diajak menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun intimidasi. “Kami mengimbau para siswa agar berani melaporkan apabila mengalami ataupun mengetahui adanya tindakan perundungan, baik kepada guru, orang tua maupun pihak yang berwenang,” tegas Yusuf Sutejo.

Ia menambahkan, pendidikan karakter sejak dini merupakan salah satu langkah strategis dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. “Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak untuk belajar serta mengembangkan potensi dirinya,” tegas Cahyo.

Iapun berharap melalui kegiatan tersebut, maka kesadaran siswa terhadap bentuk perundungan memiliki dampak yang serius, baik bagi korban maupun pelakunya. Sehingga dengan begitu mereka tidak saling membuling satu sama lain. “Kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, berani menolak tindakan bullying, serta menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital,” ujarnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Recent Posts

Kasus Jampidsus Jadi Perhatian Publik, Hakim Jaksa Jangan Nekad

Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa…

2 hours ago

Dicurigai Ganja Jadi Logistic Funding untuk OPM

Petugas mengamankan sedikitnya 50 paket ganja kering siap edar dengan berat total mencapai 670 gram.…

3 hours ago

Setelah BGN, Kini KMP yang Disinyalir Terjadi Markup Triliunan

Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, menjelaskan berdasarkan analisis terhadap data ekspor-impor, pihaknya…

4 hours ago

Presiden Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus menjalankan program pembangunan demi memperkuat perekonomian…

5 hours ago

Putaran Pertama, Persipura Main di Pulau Jawa!

Manajer klub Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan sedikit dipusingkan dengan sanksi tanpa penonton pada putaran pertama…

6 hours ago

Mahfud MD: Penyerahan Kasus dari Polri ke Kejaksaan Tak Ada Dalam KUHAP

Menurut Mahfud, banyak pihak terkecoh saat Polri dan Kejaksaan menyampaikan kasus tersebut sudah dilimpahkan. Sebab,…

7 hours ago