

Jenazah pria tanpa identitas saat ditemukan di Lapangan Tembak Otonom Kotaraja Distrik Abepura, Rabu (11/6) pagi. (foto:Humas Polresta for Cepos)
JAYAPURA-Sesosok mayat pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan di area lapangan kosong tepatnya di Jalan Poros depan Lapangan Tembak Otonom Kotaraja Distrik Abepura, Rabu (11/6) pagi sekira Pukul 07.15 WIT.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, mayat tanpa identitas tersebut berjenis kelamin laki-laki. Hal itu diketahui setelah Polresta Jayapura Kota melalui Polsek Abepura melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi penemuan itu.
Adapun saksi dalam penemuan mayat tersebut sebanyak tiga orang yakni masing-masing berinisial MI (32), HI (42) dan BM (27). Kepada Cenderawasih Pos saksi MI (32) mengatakan bahwa penemuan mayat tanpa identitas tersebut berawal saat ia dan kedua saksi lainnya sedang menuju RS Bhayangkara.
“Kita sementara menuju ke RS Bhayangkara untuk periksa, setibanya di TKP kami melihat ada orang yang terbaring dalam keadaan mata terbuka sehingga kami berhenti untuk dilakukan pengecekan,” kata saksi saat dihubungi Cenderawasih Pos, Rabu (11/6) Sore.
Setelah saksi melakukan pengecekan korban sudah dalam keadaan terbaring dan kondisi luka pada bagian wajah dan kaki, serta sudah tidak bernyawa. Tidak lama setelah itu, saksi pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos PJR Skylen Ditlantas Polda Papua dan Polsek Abepura yang kemudian mendatangi ke TKP.
“Tidak lama setelah mendengarkan informasi tersebut, anggota langsung mengamankan TKP serta meminta kita untuk menyampaikan keterangan,” lanjut saksi menjelaskan.
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Fredrickus Maclarimboen, melalui Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda, menerangkan, saat menerima laporan ia bersama Pawas Piket Ipda Aditya Lescahya, langsung merespon dengan mendatangi tempat kejadian.
“Setibanya di TKP, kami langsung memasang police line untuk mengamankan status quo, sementara di lokasi kejadian ditemukan seorang pria gunakan celana jeans cargo warna cream dengan atasan kaos warna abu-abu dan dilapis sweater berwarna cream,” terang Kapolsek Kompol Komarul
Page: 1 2
Hanya saja dari banyaknya "pembantu" ini pemerintah diharapkan tak lupa bahwa ada hak dari ribuan…
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten…
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura melalui layanan P2TP2A…
Program ini menyasar warga lanjut usia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta…
Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…
Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…