Categories: METROPOLIS

Dewan Dukung Penertiban Kawasan Jembatan Merah

JAYAPURA-Belakang ini, Jembatan Youtefa, atau yang lebih dikenal dengan sebutan jembatan merah kembali disoroti oleh masyarakat setempat. Bukan karena keindahannya dan banyak pengunjung menikmati pesona jembatan yang membelah teluk Youtefa itu, melainkan karena aktivitas yang meresahkan masayarakat.

Keluhan tersebut muncul dari masyarakat Kampung Enggros kepada Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat menggelar kegiatan program turun kampung di Kampung Enggros, Selasa (11/6). Mereka (Warga) menilai saat ini jembatan merah telah beralih fungsi, tidak sedikit aktivitas di jembatan itu sangat meresahkan masyarakat sekitar, terutama jadi tempat miras.

Menanggapi itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura mengharapkan pemerintah dan aparat keamanan setempat untuk segera mengambil tindakan serius terkait dengan keluhan dari masyarakat itu.

Wakil Ketua l DPR Kota Jayapura Max Karubaba mengatakan bahwa, pihaknya sangat mendukung usulan dari masyarakat tersebut terkait dengan kondisi jembatan merah saat ini yang dinilai kurang adanya perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan setempat.

Kondisi ini, kata Max, cukup memprihatinkan, dimana tempat yang menjadi ikon kota Jayapura dan Papua pada umumnya itu ditemukan adanya aktivitas-aktivitas yang tidak diinginkan terjadi di tempat tersebut seperti, Miras, balap liar, jambret, hingga begal.

“Kami ingin DPR juga sepakat, karena ini mengganggu ketertiban umum. Yang pertama juga aktifitas mabuk-mabukan dan juga anak muda-muda yang mengunakan kendaraan tidak semestinya ini yang mengangu lalulintas dan aktivitas di jembatan merah,” kata Max, kepada Cenderawasih Pos, di kampung Enggros, Selasa (10/6).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

59 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago