Categories: METROPOLIS

Anthon: Jangan Sekali kali terlibat Dalam Mafia Peradilan

Pengacara Perlu Membantu Pengadilan Agar Makin Dipercaya

JAYAPURA-Proses pengukuhan maupun pengambilan sumpah terhadap 20 advokad muda dari DPC Peradi SAI Kota Jayapura akhirnya digelar pada Senin (11/6). Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Aseli Ginting SH, MH yang memimpin sidang menitipkan pesan moril bahwa wajah positif pengadilan bisa dinilai baik dan buruk tak lepas dari peran seorang pengacara. Pasalnya pengacara merupakan mitra yang paling dekat dengan pengadilan.

  Karenanya jika pengacaranya bagus dan memiliki integritas maka secara tidak langsung akan membentuk wajah pengadilan di mata publik. Aseli menyebut saat ini yang sulit dicari adalah advokad yang jujur dan bertanggungjawab.

  ”Kalau mencari advokad yang pintar itu banyak sekali tapi jika mencari yang jujur dan bertanggung jawab ini yang sulit,” kata Aseli di sela – sela proses pelantikan di Aula Pengadilan Tinggi Jayapura, Senin (11/6).

  Di sini ia mengutarakan bahwa pengadilan mengharapkan menegakkan hukum dengan keadilan dan kejujuran serta bertanggungjawab harus menjadi tujuan utama. ”Tapi keadilan ini sulit dicapai kalau tergoda materi. Jangan juga mengiming – ngimingi pengadilan, sebab pengadilan sudah berubah, tapi ini harus berjalan bersama, sebab jika pengadilan berubah namun advokat belum maka pengadilan juga akan lemah,” imbuhnya.

   Ditambahkan Tomi Sugih, SH selaku Ketua Komite Magang dan Advokad DPN Peradi SAI. Ia meminta advokad muda wajib mentaati kode etik seorang advokat sebab disitulah yag menjadi roh sebuah perjuangan dalam mencari keadilan. Disini DPN Peradi SAI juga mengapresiasi DPC Peradi Kota Jayapura di bawah pimpinan Anthon Raharusun SH, MH yang dianggap mampu membawa Peradi hingga kini.

   Tomi iut mengingatkan bahwa memberikan pelayanan hukum tak boleh melihat kekuasaan. Tak bisa membeda bedakan siapa yang bisa dibela. ’’Jangan juga mundul sekalipun klien yang ditemui tak memiliki dukungan anggaran yang cukup. Harus dituntaskan,” tegasnya.

  Anthon Raharusun menutup bahwa advokad muda harus mengenyam ilmu sebanyak – banyaknya karena akan berdampak pada kualitas. ”Kalau advokad tidak cerdas maka kasihan kliennya,” imbuhnya.

   Ini juga akan menjadi tantangan awal bagi advokad muda bagaimana mencari ilmu dan pengalaman sebanyak – banyaknya. Ia juga menyinggung soal. ”Advokad SAI jangan tersentuh  mafia hukum, sebab jika sudah bersentuhan dengan mafia peradilan maka tidak hanya menurunkan wibawa advokad tersebut tetapi juga citra penegak hukum atau pengadilan,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

4 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

5 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

6 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

7 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

8 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

9 hours ago