

Pegawai BRIN saat menunjukan beberapa benda bersejarah yang saat ini disimpan dimuseum Arkeologi BRIN, Waena Kota Jayapura, Jumat (10/1). (Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Sejumlah benda benda arkeologi bersejarah, terutama benda yang berkaitan dengan sejarah kebudayaan kehidupan masa lalu di Papua, masih tersimpan rapi di museum koleksi benda-benda bersejarah di Kantor Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) yang ada di Waena Kota Jayapura. Benda benda arkeologi itu, sebelumnya diwacanakan akan dipindahkan ke museum nasional di Jakarta. Namun hingga saat ini belum juga dilakukan.
Koordinator Kerja Bersama BRIN Jayapura, Kostantina Magdalena Marani, menerangkan, wacana itu memang sebelumnya sudah ada. Bahkan benda benda tersebut sudah dijadwalkan akan dipindahkan pada Desember 2024.
“Sementara ini belum ya, mungkin untuk Jayapura belum. Benda-bendanya masih ada. Saya tidak tahu perkembangan ke depan seperti apa. Karena kami di lapangan ini cuma pelaksana saja,” kata Kostantina Magdalena Marani, Jumat (10/1).
Menurut Konstantina, sebelumnya lembaga adat masyarakat di Jayapura, meminta BRIN agar tidak melakukan pemindahan benda-benda bersejarah tersebut dari wilayah Jayapura.
“Inikan milik masyarakat, jadi pasti kita izin dulu. Kemarin memang ada beberapa kalau tidak salah, dari lembaga adat mungkin menyurat, untuk tidak mengambil. Karena ada beberapa barang-barang mereka banyak yang dititip disini. Mereka ingin benda ini tetap disini, inikan potensinya daerah,” ujarnya.
Page: 1 2
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…
Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat…
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Jacleana Joku berharap pengusaha di Papua memanfaatkan peluang…
-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…