Categories: METROPOLIS

Stok Obat dan BHP di RSUD Jayapura jadi Dilema

JAYAPURA – Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong tak menampik jika banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan dasar di rumah sakit yang belum maksimal.  “Seperti di RSUD Dok II, obat-obatan kerap tidak ada. Sehingga masyarakat terpaksa beli di luar,” kata Ramses usai sidak, Rabu (9/10).

   Ia pun berharap dengan APBD Perubahan dan digantinya Direktur RSUD Jayapura, pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu berjalan dengan maksimal. “Kita menginginkan pelayanan kepada masyarakat lebih baik ke depan,” ujarnya.

   Sementara itu, Plt. Direkturs RSUD Jayapura  dr Aaron Rumainum mengatakan dengan kondisi keuangan daerah saat ini. Tidak ada jaminan obat-obatan dan bahan habis pakai (BHP) bisa terpenuhi hingga Desember mendatang.

   “Dimungkinkan obat-obatan dan BHP (Oktober-Desember 2024, dan Januari-Maret 2025) tidak tercukupi dengan anggaran yang kita miliki saat ini,” kata dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/10).

   Dokter Aaron mengakui masa kritis (kehabisan obat-red dan BHP) di RSUD Jayapura sering terjadi di Oktober hingga Maret 2025, pihaknya pun telah bersiap untuk itu. Untuk mengantisipasi masa kritis itu, rumah sakit akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Pemprov Papua.

  “Jika nanti tidak mampu, kami akan koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan RI. Termasuk mengkoordinasikanya dengan pemimpin kami yang ada di provinsi selaku pemilik rumah sakit,” ujarnya.

   dr Aaron mengatakan kondisi keuangan menyebabkan adanya masalah pada ketersediaan obat-obatan dan BHP. Kendati demikian, pihaknya akan menyiasatinya agar pelayanan di RSUD Jayapura tetap maksimal.

  “Anggaran di RSUD Jayapura memang terbatas, namun kita tidak mudah menyerah. Kami akan komunikasikan dengan teman-teman di Farmasi jika ada kekurangan di rumah sakit, kami juga akan minta bantu di Kemenkes jika nanti tak ada lagi dana cadangan. Namun sebelum itu akan minta petunjuk di Pj Gubernur,” kata dr Aaron.

  Terkait dengan persoalan yang terjadi di RSUD Jayapura pasca DOB, dr Aaron mengaku akan mengundang pasangan calon Gubernur Papua MDF dan BTM untuk menyikapi hal ini, cara apa yang dilakukan jika nanti mereka terpilih menjadi gubernur ke depan.

  “Kami mengundang mereka untuk mengetahui gebrakan dan kebijakan yang akan dilakukan dengan kondisi RSUD Jayapura saat ini, jika ke depan mereka terpilih sebagai Gubernur Papua,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago