Apalagi Papua dengan wilayah yang sangat luas dan tantangan geografis yang berat sudah seharusnya mendapat dukungan anggaran yang cukup. “Terkait hal ini, kami akan menyurat ke BNN Pusat,” ujarnya kepada Cenderawasih pos, Rabu (10/9).
Sebagai putra Papua, Arianto mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, di satu sisi pemerintah gencar mendorong pendidikan berkualitas dan mewujudkan Indonesia Emas 2045, namun di sisi lain masalah sosial seperti narkoba dan HIV terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Saya melihat program dan visi BNN sudah baik, namun perlu dukungan pendanaan, sarana, dan fasilitas yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” tandasnya
Dalam kesempatan itu, Arianto juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Provinsi Papua Pegunungan dan beberapa provinsi baru di Papua, untuk membentuk lembaga penanggulangan narkoba di tingkat provinsi maupun BNN kabupaten/kota.
“Saya berharap dengan adanya pemekaran DOB ini, maka pemerintah di daerah DOB bisa membentuk lembaga penanggulangan Narkotika termsuk BNN. Dengan begitu jangkauan kerja BNN ini akan semakin baik,” pungkas Aryanto. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua mulai mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan…
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan…
Meski demikian penerimaan mahasiswa baru di UNIKA tahun ini ini bersifat terbatas karena banyak faktor,…
Tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua mengamankan tiga orang terduga pelaku kasus penadahan…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…