

Ni Nyoman Sri Antari. (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Tingginya intensitas hujan di Kota Jayapura beberapa hari lalu tak hanya jadi salah satu pemicu terjadinya banjir dan juga tanah longsor, namun juga perlu diwaspadai munculnya penyakit akibat banjir atau genangan air ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menjelaskan bahwa paparan bakteri atau virus yang terkandung dalam air atau material saat banjir bisa meningkatkan risiko penyakit tertentu menyerang.
“Saat banjir, yang paling rawan itu penyakit diare, memang perlu pencegahan yang baik,” ujar Kadinkes ke Cenderawasih Pos di kantor walikota, Rabu (9/4).
Menurut Kadinkes, menghindari konsumsi makanan yang sudah tercemar air banjir juga bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit. “Selalu cuci tangan dengan air bersih sebelum beraktivitas, terutama sebelum makan agar terhindar dari masuknya bakteri atau virus ke dalam tubuh melalui tangan,” jelasnya.
Selain itu, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, karena dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui risiko penyakit lebih cepat dan menghindari penyebarannya.
“Pada dasarnya, pola hidup sehat itu yang harus dijaga agar tidak tercemar dengan bakteri yang bisa menimbulkan penyakit salah satunya diare,” lanjutnya.
Selain diare, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap Demam Berdarah (DBD).
“DBD ini juga salah satu virus yang sensitif dengan situasi lingkungan yang kumuh, misalnya genangan air pasca banjir, jika tidak dibersihkan pasti akan menjadi sarang nyamuk,” ungkapnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…