Categories: METROPOLIS

Stop Pembangunan di Sepanjang Pantai Holtekamp

Dr Benhur Tomi Mano, MM.

Wali Kota:  Mau Dirikan Bangunan Tanya Koordinasi dengan Pemerintah, Jangan Asal Bangun 

 JAYAPURA- Adanya pembangunan di sepanjang pantai Holtekamp setelah jembatan Youtefa, Distrik Muara Tami, jadi perhatian serius Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., pasalnya daerah di sana tidak boleh dilakukan pembangunan secara seenaknya karena da wilayah yang rawan abrasi, daerah resapan air terlebih jika terkena Tsunami pasti bisa membahayakan masyarakat.

 Untuk itu, ia meminta kepada Dinas PUPR PKP segera menyurati pemilik bangunan tersebut, untuk menghentikan dulu aktivitasnya, jangan sampai bangunan sudah jadi dan ternyata daerah itu tidak boleh dibangun karena rawan bahaya, tentu ini akan menjadi masalah besar bagi Pemkot dan pemilik bangunan tersebut.

 Sehingga pemilik bangunan yang infonya milik pejabat di Pemprov Papua maupun ondoafi diharapkan hargai apa yang menjadi tugas pemerintah, jangan seenaknya membangun dan nanti dilakukan penertiban tidak terima.

 “Warga saya harus tahu diri, jika memang daerah itu rawan bahaya dan sudah ada pemetaan jika daerah itu rawan tentu tidak membangun di sana, karena ini demi keselamatan bersama, jadi hentikan dulu pembangunannya,’’pintanya.

 Menurut Wali Kota, seharusnya dalam membangun di suatu tempat harus tanya dulu pemerintah apakah itu di Bappeda, DLHK, Dinas PUPR PKP, BPBD Kota Jayapura, apakah daerah yang mau dibangun berbahaya tidak jika tidak maka langsung buat surat IMB pasti pemerintah tidak mempersulit, tapi sebaliknya jika sudah tahu daerah itu berbahaya tapi langsung membangun dan nanti ditertibkan pemerintah tidak terima tentu ini sama saja menyudutkan pemerintah, padahal pemerintah sudah membuat aturan jelas.

 Disatu sisi, dulunya ada pembangunan penjual buah -buahan dan jagung serta makanan di kanan jalan holtekamp karena menyalahi aturan dekat badan jalan dan pedagangnya sudah diingatkan boleh berjualan tapi jaraknya jauh dari badan jalan mau dilakukan tentu ini tidak dipermasalahkan lagi. Jadi segala sesuatunya jika pemilik bangunan mau komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah tentu pasti ada jalan tengahnya.(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

4 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

5 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

6 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

7 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

8 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

9 hours ago