Categories: METROPOLIS

Jalur Afirmasi di Sekolah Dibatasi, Tidak bisa Menampung Semua

JAYAPURA-Animo masyarakat untuk masuk pada sekolah-sekolah tertentu di kota Jayapura memang sangat tinggi.  Sebagai contoh  SMA Negeri 4 Kota Jayapura yang dinilai sebagai salah satu sekolah favorit, yang berkualitas dan bermutu tentu menjadi sasaran dari siswa-siswi SMP yang baru lulus tahun ini.

Tak ayal, hal ini menjadi kewalahan bagi lembaga pendidikan tersebut. Sehingga melalui kebijakan dan aturan yang berlaku, pihak sekolah membatasi siswa-siswi yang mendaftar disekolah tersebut. Ini kemudian  dianggap masalah oleh sebagian orang tua siswa lulusan SMP yang tidak diakomodir di dalam penerimaan peserta didik baru tahun 2023.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid menjelaskan, penerimaan siswa-siswi baru di satu sekolah itu sudah ada aturannya. Ada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 kemudian Peraturan Wali Kota Jayapura yang merupakan peraturan turunan di bawahnya sudah mengatur tentang penerimaan peserta didik baru.

Berdasarkan Permendikbud dan Peraturan Wali Kota, penjabaran penerimaan peserta didik baru itu diatur dalam  empat jalur penerimaan, mulai dari jalur zonasi,  jalur prestasi, jalur perpindahan penduduk dan jalur afirmasi.

Itupun semua jalur penerimaan ini sudah dibatasi kuotanya berdasarkan hasil tes yang diterapkan oleh sekolah dalam menjaring siswa-siswi baru tersebut.  Sehingga sudah pasti siswa-siswi juga tidak bisa memaksakan diri untuk harus mendaftarkan diri di sekolah tertentu.

Dinas Pendidikan pun menjamin siswa-siswi baru yang lulus di tahun ini dipastikan akan tertampung di seluruh SMA dan SMK yang ada di kota Jayapura.

“Sebetulnya kami memastikan setiap lulusan SMP yang ada di kota Jayapura itu masih tertampung dan masih bisa melanjutkan pendidikan di jenjang SMA dan SMK.  Ada 25 SMA dan 15 SMK,  teman-teman di bidang  juga sudah memetakan kuota kuota,” jelasnya.

Hanya saja kata dia,  animo masyarakat di Kota Jayapura hampir semuanya bertumpu pada SMA Negeri 1, SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 2. Tetapi pihaknya  sudah berdiskusi, dengan orang tua siswa terkait  4 jalur penerimaan siswa baru, sebagaimana Permendikbud itu.

“Kami sudah jelaskan kepada orang tua kemarin, mudah-mudahan,  mereka bisa mengerti dan memahami kondisi.  Kalau semua ke SMAN 4, saya kira kuota 12 kelas,  yang telah disampaikan melalui lampiran Peraturan Wali Kota itu,  SMA 4 itu sudah diberikan 12 rombel untuk penerimaan peserta didik baru.  Satu rombelnya diisi oleh 36 orang siswa,”pungkasnya.(roy/nat)

newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

21 hours ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

22 hours ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

22 hours ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

23 hours ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

23 hours ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

24 hours ago