Categories: METROPOLIS

Fasilitas Megah Harus Diimbangi Pelayanan Excelent

JAYAPURA- Walikota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM menegaskan bahwa megahnya gedung bukanlah sebuah kebanggaan, akan tetapi pelayanan yang baik kepada masyarakat itu yang harus jadi tujuan. Terutama dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan di masing-masing Puskesmas di Kota Jayapura.

  “Kita tahu bersama bahwa di Kota Jayapura sudah ada 14 Puskesmas, dan 4 puskesmas dengan bangunan megah bertingkat yang dibangun Pemerintah Kota Jayapura. Ini semua dibarengi kerja keras dalam pelayanan excelent kepada masyarakat,” ujarnya saat menghadiri peresmian gedung Puskesmas Abepura, Tanah Hitam, Jumat (8/4).

  Pihaknya juga berpesan agar tenaga medis kesehatan memperhatikan beberapa fokus utama. Diantaranya, Covid-19, Kaki Gajah, Frambusia, Malaria, Kusta dan Stunting serta Gizi Ibu dan Anak. “Dalam pelayanan ibu hamil di Kota Jayapura harus juga menjadi prioritas, perhatikan gizi ibu dan anak yang nanti lahir, agar angka harapan hidup yang saat ini 80,85% bisa meningkat,” ujarnya

  Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan pembangunan puskesmas memakan anggaran lebih dari Rp 3 Miliar. “Sumber dananya dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dari kementrian tahun 2021. Dan ini merupakan puskesmas berstandar Nasional ke-4 yang dimiliki Kota Jayapura,” ujarnya.

  Dikatakan Sri Antari, Puskesmas lainnya yang sudah berstandar nasional,  yaitu Puskesmas Imbi, Puskesmas Hebebhulu dan Puskesmas Yoka, yang dibangun menggunakan DAU tahun 2020.

  Selain itu akan ada pembagian pelayanan dengan adanya gedung baru Puskesmas Abepura baru dengan Puskesmas yang lama, yang kini berganti nama menjadi Puskesmas Emereuw. “Jadi Puskesmas yang lama di Hedam, berganti nama menjadi Puskesmas Emereuw, diambil dari nama tempat Puskesmas tersebut berada. Dari hasil konsultasi dengan para ondoafi,” ujarnya.

   Sri Antari menambahkan, selama ini Puskesmas Abepura di Hedam selalu melayani masyarakat sebanyak 50.000 orang. “Sedangkan standar pelayanan maksimal 10 ribu orang setiap puskesmas, sehingga kami baru bisa pecah pelayanan. Tenaga kerjanya pun kita ambil yang dari Jayapura, karena sebenarnya standar petugas puskesmas itu hanya 22 untuk 1 puskesmas. Jadi kita akan lakukan mutasi di lokasi yang kelebihan tenaga medisnya karena kita tidak punya anggaran untuk merekrut yang baru,” tandasnya. (Rhy/tri)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

7 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

8 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

9 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

10 hours ago

Pemkab Jayapura Mulai Tertibkan Legalitas Bangunan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…

11 hours ago

Kapal Foi Moi Didorong Jadi Penggerak Wisata Danau Sentani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…

12 hours ago