Categories: METROPOLIS

SMAN 7 Sempat Dipalang, Akfititas Belajar Terganggu

JAYAPURA – Aksi pemalangan fasilitas pendidikan kembali terjadi di Kota Jayapura. Jika sebelumnya SD dan SMP di Yoka yang dipalang, Senin (9/2) kemarin giliran SMA Negeri 7 Jayapura di Waena, Distrik Heram yang dipalang pemilik hak ulayat.

Pemalangan  terhadap ruang guru  SMAN 7 Jayapura tersebut dilakukan oleh Max Abner Ohee, yang diketahui merupakan Wakil Ketua II MRP  itu, terjadi sekira pukul 09.00 WIT. Ia menuntut ganti rugi pembayaran Hak Ulayat atas tanah itu.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, Pemalang tersebut dilakukan oleh pemilik hak Ulayat tersebut dengan mengunakan tiga (3) batang pohon, empat (4) buah seng, dan delapan (8) buah kayu ukuran 5×10. Kondisi ini mengakibatkan proses aktifitas pembelajaran terganggu.

  Wakahumas SMAN 7 Jayapura Yuli Yalaba, S.Pd mengatakan pemalangan tersebut dilakukan oleh Max Abner Ohee dan 6 orang lainnya pada, Minggu 8 Februari sekira pukul 00.15 WIT dengan keadaan di pengaruhi minuman keras.

  “Undangan untuk melakukan  pertemuan dalam rangka membahas permasalahan Hak Ulayat sudah kami serahkan lebih dari dua (2) kali kepada Sdr. Max Abner Ohee, namun beliau sendiri tidak datang, seharusnya beliau langsung menemui Bapak walikota untuk membahas hal ini jangan merugikan banyak murid murid yang ingin belajar di sekolah,” jelas Yalaba.

  Di tempat yang sama Sekretaris  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yope Y. Hanuebi mengatakan dirinya mendatangi lokasi tersebut atas perintah langsung Wali Kota Jayapura untuk menindaklanjuti permasalahan pemalangan tersebut, serta melakukan komunikasi langsung dengan pemilik ulayat Max Abner Ohee.

  Ia menegaskan bahwa Pemkot Jayapura melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan dan melengkapi seluruh dokumen administrasi dan sertifikat terkait lahan SMA Negeri 7 Jayapura. “Salinan dokumen tersebut juga telah diserahkan kepada saudara Max Abner Ohee sekitar dua bulan yang lalu,” ujarnya.

  Menurutnya, pembayaran awal terkait hak ulayat atas lahan tersebut sebelumnya sudah pernah direalisasikan sebesar Rp 100 juta sebelum lokasi tersebut resmi menjadi SMA Negeri 7 Jayapura. Pihaknya pun merasa terkejut atas terjadinya pemalangan itu, karena jalur komunikasi dan undangan pertemuan sebelumnya telah beberapa kali difasilitasi.

   “Langkah selanjutnya adalah mengupayakan pertemuan langsung dengan saudara Max Abner Ohee dan membawa yang bersangkutan untuk bertemu dengan Bapak Wali Kota Jayapura guna membahas dan menyelesaikan permasalahan hak ulayat secara resmi dan terbuka,” ungkapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkab Merauke Perkuat Pemetaan Wilayah Rawan Karhutla

Pemerintah Kabupaten Merauke memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemetaan wilayah rawan…

9 minutes ago

Pemkab Keerom Genjot Persiapan Sekolah Rakyat

Program strategis nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto ini ditargetkan mulai dibangun pada awal tahun 2027…

1 hour ago

Pemprov Papeg Ingatkan Masyarakat Waspadai Peredaran Ganja

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) John Tabo, SE, M.B.A  meminta kepada seluruh masyarakat di Papua…

2 hours ago

Menang Upaya Hukum, Hamka Yelipele Dilantik Jadi Anggota MRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B,A menyatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah janji…

3 hours ago

Gubernur Tinjau Pembangunan dan Peningkatan Jalan Rawasari-Kumbe

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah…

4 hours ago

Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat, Dua Personel Brimob Dapat Penghargaan

Kedua anggota Brimob tersebut dinilai berjasa karena berhasil menangkap pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan korbannya…

5 hours ago