Categories: METROPOLIS

Siap Terima Kembali Warga Papua yang Tinggal di PNG

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM mengungkapkan bahwa di daerah perbatasan Kampung Mosso dengan PNG, terdapat hak-hak masyarakat  adat yang harus dijunjung tinggi. Dimana ada masyarakat adat dari PNG yang punya wilayah adat/tanah di wilayah Papua, maupun sebaliknya.

  Oleh karena itu, Wali Kota Benhur Tomi Mano mengaku  dengan lapang dada siap menerima orang Papua yang tinggal di PNG untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

  “Tidak boleh ada satu jengkal pun tanah yang boleh dicaplok oleh Papua New Guinea. Namun disini juga ada saudara kita yang dari PNG punya tanah di sini. Begitu pun sebaliknya, ada dari sini yang punya tanah di PNG. Ini agar diatur bagaimana baiknya. Dan kami welcome kepada saudara disana (red: PNG) yang ingin kembali ke dalam pangkuan ibu pertiwi, juga akan kita layani. Ada rumah-rumah yang kita bangun untuk mereka.”ungkap Wali Kota Benhur Tomi Mano saat melantik pejabat sementara  Kepala Kampung Mosso Distrik Muara Tami di Kantor Pemerintahan Kampung Mosso, Rabu (9/2).

  Pelantikan ini  berdasarkan surat keputusan Walikota memberhentikan pejabat kepala kampung sebelumnya, Agus Wepa Foa karena meninggal dunia dan menunjuk pejabat sementara kepala kampung yang baru, Bob Hendro Marani Fonataba, S.Sos

  Sebagai daerah perbatasan yang sangat disoroti pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, Benhur berharap kepala kampung yang baru agar mampu menjalankan amanat yang telah diemban. “Beliau yang akan kita berikan tanggungjawab untuk mengatur segala hal di kampung ini. Bekerjalah dengan hati yang tulus dan ikhlas.” ujarnya.

   Wali kota  berpesan agar dana kampung bisa dikelola dengan baik untuk mensejahterakan masyarakat dari berbagai sektor. “Dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan dan sosial budaya agar dikelola dengan baik menggunakan dana yang telah diberikan pemerintah. Saya ingin masyarakat di sini sehat, cerdas dan sejahtera.” Jelasnya.

   Dirinya juga berpesan agar kepala kampung bekerjasama dengan badan musyawarah kampung dan seluruh stakeholder yang terkait untuk kesinambungan roda kepemimpinan dalam memaksimalkan pelayanan dan pemberdayaan. “Dan saya juga ingin para pemuda di sini aktif karang tarunanya, begitu pun dengan mama-mama agar ditingkatkan pemberdayaannya.” imbuhnya.

   Sementara itu, tak bosan BTM mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap virus covid-19 yang saat ini tengah kembali melanda Kota Jayapura. “Daerah ini masih merupakan zona hijau. Untuk itu masyarakat yang tidak terlalu berkepentingan tidak usah datang ke kota. Supaya jangan sampai menularkan kepada masyarakat yang ada disini.” tandasnya. (Rhy/tri)

newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

15 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

16 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

17 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

18 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

18 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

19 hours ago