Categories: METROPOLIS

Mahasiswa Tegas Tolak Pemekaran Papua

Anggota DPRP Papua menerima aspirasi dari mahasiswa yang menolak Otsus dan Pemekaran Provinsi Papua di Asrama Mahasiswa Mimika Warna, Selasa, (9/2) kemarin. ( FOTO: Noel/Cepos)

*Tokoh Intelektual Jangan Bermain Demi Kepentingan Politik Sesaat

JAYAPURA –  Pemerintah pusat diminta  tidak seenaknya menentukan daerah pemekaran tanpa melibatkan unsur di daerah seperti DPRP, maupun pemerintah provinsi Papua. 

 Ya, aksi demo mahasiswa Papua,di asrama Mimika Selasa (9/2) kemarin mereka secara tegas menolak daerah pemekaran di Provinsi Papua dan Otonomi Khusus. 

  Anggota DPR Papua Nioluen Kotouki yang meneerima aspirasi tersebut mengatakan pemekaran tanpa melibatkan unsur-unsur di daerah berarti sama dengan tidak menghargai orang Papua. 

 “Mendagri harus benar-benar menghargai lembaga keterwakilan masyarakat Papua melalui lembaga DPR Papua  dan pemerintah provinsi dalam menentukan pemekaran di Papua, karena sesuai UU 23 Tahun 2015 di pasal 33 menyangkut pembentukan Daerah Otonomi Baru terkait kelayakan dan persyaratannya,”katanya.

“Kami sedikit agak malu dan fasilitas dari DPR dan pemerintah, tapi kami terima aspirasi di jalan-jalan, aksi yang dilakukan merupakan penolakan terhadap otonomi khusus dan  pemekaran Provinsi Papua, ” Katanya.

 Ia mengatakan sebagai lembaga keterwakilan rakyat dalam penetapan DOB, DPR memiliki kewenangan untuk memberikan saran dalam membentuk sebuah daerah otonomi baru.

 “Jadi kami lihat di Papua belum memenuhi syarat, maka kami komisi yang membidangi politik dan Ham sampai saat ini belum ada kajian tim  pemekaran, maka pemerintah jangan seenaknya memekarkan wilayah kami, “katanya.

 Ia juga menegaskan Mendagri jangan bicara pemekaran tanpa melibatkan orang Papua dan jangan menggunakan data dan mengklaim hal itu dari masyarakat Papua karena sebagai lembaga perwakilan masyarakat, DPR Papua tidak pernah menerima usulan DOB dari tim pemekaran.

” Kami lihat di Jawa jumlah penduduk 40 jutaan, tapi tidak dimekarkan, sementara Papua belum layak dari jumlah penduduk kok dipaksakan dan kami belum lihat tahapan uji kelayakan  belum dilakukan Mendagri, ” Katanya.

 Ia juga meminta tokoh intelektual jangan hanya bermain demi kepentingan politik sesaat yang akan merugikan banyak orang, mari lihat subtansi masalah di Papua. (oel/wen) 

newsportal

Recent Posts

Aparat Gabungan Perketat Pengamanan di Jayawijaya

Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan warga sipil serta menjaga keberlanjutan roda pelayanan publik di…

24 minutes ago

Satpol PP Merauke Siap Tertibkan Kendaraan Antre BBM di Badan Jalan

Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Fransiskus Kamijay, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga…

1 hour ago

Pelaku Penikaman di KM 10 Timika Ditangkap

Kedua pelaku diringkus petugas di Kampung Nduga, Kilometer 11, pada Minggu (13/9) pagi sekira pukul…

2 hours ago

Tak Hanya Kesiapan Armada dan Perlengkapan, Akses Jalan Juga Perlu Dievaluasi

   Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan penambahan armada dan fasilitas pemadam kebakaran. Menurut…

2 hours ago

Percepatan Rehablitasi dan Rekonstruksi Pasca Konflik di Wouma Menkopojukan Gelar Rakor

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…

3 hours ago

Seni Budaya dan Kuliner Bisa Jadi Kekuatan Pariwisata Kabupaten Jayapura

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua, Nicky Mehue, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten…

4 hours ago