Categories: METROPOLIS

600 Orang Mengungsi, Korban Banjir Lainnya Bertahan

Wali Kota Tinjau Lagi Sejumlah Lokasi Bencana Banjir dan Longsor

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM meninjau  lokasi bencana ke 2 kalinya. Data terbaru menunjukkan bahwa terdapat 7 korban jiwa.  Menurut Wali Kota,  setelah dilakukan peninjauan ulang korban meninggal dunia bertambah menjadi 7 orang, serta 4 luka-luka. Selain itu ada sekitar 600 orang mengungsi, sisanya tetap bertahan di rumah masing-masing.

  “Ada yang mengungsi, ada yang masih tinggal karena harta benda. Takut ada orang-orang yang tidak baik bisa mengambil barang-barang yang ditinggali oleh para korban bencana tersebut,” ujarnya  Benhur Tomi Mano, Sabtu (8/1).

   Dalam peninjauan kali ini, terdapat beberapa tempat yang dikunjungi, melanjutkan kegiatan di hari pertama.  “Kami lanjutkan di hari kedua ini seperti di Bhayangkara, lokasi rumahnya SDM Polda Papua. Dan juga kita lanjutkan di jalan Nirwana bertemu langsung dengan keluarga duka dan juga di Batu Putih.” terangnya.

  Selain di tempat tersebut, dirinya bersama rombongan melakukan kunjungan ke SMA 4 entrop yang masih terendam lumpur. Serta meninjau posko. “Kami juga mau ke posko untuk memberikan makanan siap saji untuk masyarakat di Organda.” Tambahnya.

  Dirinya menjelaskan, sejak  dulu Organda sudah sering dilanda banjir akibat pemukiman liar di sekitar bantaran sungai. “Organda ini sebelum saya jadi Walikota itu sudah terjadi banjir. Terendam air, tahun 2014 kami sudah menatanya. Melakukan pembersihan Konya sampai di hotel 99 belakang Koramil Abepura, sampai tembus di Saga.” Jelasnya.

   Menurutnya, setelah pembersihan rumah-rumah di bantaran sungai tersebut, di tahun berikutnya sudah tidak terjadi bencana banjir. Walaupun curah hujan cukup tinggi. “Kami bongkar semua dan perluas kali tersebut, kami bongkar minta izin sama masyarakat yang bangun di atas kali tersebut.” lanjutnya.

  Namun karena kurang pemantauan lanjutan, menurutnya kejadian banjir besar terulang kembali. “Pembuangan ke kali Acai itu bagus, ya selama ini mungkin kurang pemantauan kami ke sana. Mungkin juga ada yang sudah bangun di situ, mungkin  juga tersumbat sehingga parah.” tuturnya.

  Untuk mengantisipasi kejadian selanjutnya, pemerintah kota melakukan pembongkaran drainase di beberapa titik sepanjang jalan di kota Jayapura. “Kami berusaha membongkar jalan drainase di Saga. Grand abe ini supaya ini menurunkan air.” ulasnya.

  Dirinya meminta kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng bukit yang lawan longsor untuk lebih berhati-hati. “Bisa mengungsi dulu ke tempat yang aman. karena kita menunggu hasil dari badan meteorologi geofisika. Apakah curah hujan ini masih ada untuk hari-hari selanjutnya. Mari kita antisipasi.” Tandasnya. (Rhy/tri)

newsportal

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

20 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

20 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

21 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

21 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

22 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

22 hours ago