Categories: METROPOLIS

“Jalan Gajah” di Perbatasan Diminta Ditutup

Kepala Kantor Imgrasi Kelas I TPI Jayapura, Gatut Setiawan SH (tengah) didampingi beberapa pejabat imigrasi Jayapura ketika memberikan keterangan pers di kantornya, di Jayapura, Kamis (7/11) ( FOTO: Gamel Cepos )

JAYAPURA – Kepala Kantor Imgrasi Kelas I TPI Jayapura, Gatut Setiawan SH mengungkapkan bahwa saat ini di daerah perbatasan RI-PNG   khususnya di daerah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skow Distrik Muara Tami banyak ditemukan jalan gajah. Jika selama ini publik hanya memahami adanya jalan tikus, namun seiring waktu ternyata jalan ini berubah menjadi sebuah akses yang cukup besar dan bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.

 Mirisnya jumlah ini tak hanya satu tapi banyak. Pihak imigrasi menyebut dengan jalan gajah lantaran bukan lagi jalan setapak atau jalan tikus seperti yang selama ini diketahui orang. “Kalau dulu hanya bisa dilewati orang tapi sekarang truk sudah bisa lewat dan rawan sekali. Makanya kami menyebutnya bukan lagi jalan tikus tetapi jalan gajah. Kami juga  meyakini bahwa transaksi komoditi juga banyak dilakukan disana,” kata Gatut didampingi sejumlah pejabat Imigrasi saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Kamis (7/11).

 Gatut menjelaskan bahwa soal jalan gajah ini ia sudah pernah menyampaikan kepada berbagai stakeholder bahwa ada ancaman dan kerawanan sehingga pelru segera disikapi. Disatu sisi ada pos resmi yang sudah ketat namun disektor lain ada banyak jalur yang bisa diakses. “Sudah kami sampaikan kondisinya dan memang harus ditangani. Kalau mau dipagar ya silahkan tapi tidak bisa hanya 20-30 meter sebab ini  berbicara kedaulatan negara,” katanya. 

 Gatut tak mau karena persoalan ini justru dianggap menjadi sebuah kelemahan negara sementara petugas selalu ada. “Yang jelas transaksi di lokasi-lokasi jalan gajah ini selalu ada dan kami juga memiliki kewenangan jika memang ada yang melintas tidak dilengkapi dengan surat keimigrasian, itu kewenangan kami dan ini akan terus jalan,” pungkasnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago