Categories: METROPOLIS

Alat Berat Terbatas, Cetak Sawah Papua Masih Lambat

JAYAPURA-Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah disesuaikan melalui addendum kontrak, progres pekerjaan konstruksi hingga kini baru mencapai sekitar 16-17 persen.

   Capaian tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Sebab, program yang mulai dikerjakan sejak awal Agustus 2026 itu telah memasuki pertengahan masa kontrak. Pada tahapan tersebut, progres pekerjaan idealnya sudah berada di atas 50 persen.

  Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian melakukan evaluasi untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi hambatan yang terjadi di lapangan.

   Direktur Jenderal LIP Kementerian Pertanian, Hermanto mengatakan, evaluasi mencakup progres fisik, administrasi hingga persoalan teknis dan sosial yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan.

   “Evaluasi mencakup progres fisik, tata kelola administrasi, serta berbagai kendala di lapangan, baik teknis maupun sosial,” kata Hermanto dalam Rakornas Evaluasi dan Addendum Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2026 se-Tanah Papua, Sabtu (5/9).

   Secara nasional, program cetak sawah tahun ini menargetkan sekitar 126.000 hektare. Papua menjadi salah satu wilayah dengan target terbesar. Namun setelah dilakukan addendum, target Papua disesuaikan dari sekitar 61.000 hektare menjadi sekitar 15.000 hektare.

  Persoalan utama yang ditemukan berada pada keterbatasan alat berat. Ketersediaan peralatan tersebut bahkan disebut belum mencapai separuh dari komitmen yang tercantum dalam kontrak.

   “Keterlambatan terjadi di hampir seluruh lokasi, dengan faktor utama keterbatasan alat berat yang tidak mencapai 50 persen dari komitmen kontrak, serta adanya kerusakan alat,” ujar Hermanto.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

8 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

16 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

17 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

19 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

20 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

21 hours ago