Categories: METROPOLIS

Dokter Muda Uncen Dinilai Lebih Adaptif  Tugas di Papua

JAYAPURA-Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame menyebut, jumlah lulusan dokter di Universitas Cenderawasih belum terdaftar di Kementerian Kesehatan maupun di Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Hal ini yang menjadi kendala untuk penyerapan tenaga dokter dan penempatan dokter ke puskesmas yang masih banyak belum terisi tenaga dokter.

  “Kami hanya menyampaikan yang bersangkutan untuk datang ke kabupaten/kota untuk mendaftar dan bekerja sebagai dokter di kabupaten/kota tersebut,” kata Robby Kayame kepada Cenderawasih Pos, Kamis (7/7).

  Terkait dengan peluang penyerapan tenaga dokter ke daerah-daerah, Robby menerangkan, jika yang bersangkutan sudah menyelesaikan Pendidikan kedokterannya di Uncen, mengikuti tahapan koas hingga uji kompetensi dan harus masuk lewat program interensif.

  “Jika program interensif 1 tahun setelah itu mereka mau melamar di kabupaten, Provinsi atau pun swasta kembali kepada yang bersangkutan,” ucapnya.

  Sementara itu, terkait untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di daerah. Pihaknya  menyampaikan informasi ke kabupaten/kota tentang tersedianya tenaga dokter, sehingga kabupaten/kota menerima dokter tersebut untuk bekerja di daerah sesuai dengan kebutuhan.

  “Untuk pembayaran mereka punya intensif tergantung MoU dengan Kabupaten seperti apa,” terangnya.

Robby Kayame, kualitas dokter lulusan Uncen baik, dalam artian mereka anak daerah yang tahu budaya, bahasa dan medan di Papua. Karena itu,  tingkat adaptasi mereka lebih cepat.

  “Lulusan Uncen kami lihat tingkat beradaptasi lebih cepat, soal kemampuan relatif kembali ke yang bersangkutan dan fasilitas yang tersedia. Apakah mereka bisa bekerja di daerah yang jauh, tergantung MoU dan biaya honor insentif yang mereka terima,” jelasnya.

  Terkait dengan 60 persen tenaga puskesmas tidak ada tenaga dokter, Robby Kayame menyampaikan pada prinsipnya Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyampaikan kebutuhan tenaga dokter per kabupaten/kota.

  “Soal MoU kembali ke bupati/walikota, tergantung permintaan Pemda setempat dan kesediaan bekerja dari dokter yang bersangkutan. Sebab, dokter juga melihat kabupaten mana yang insentifnya tinggi maka mereka mau bekerja di situ,” pungkasnya. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

6 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

7 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

8 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

9 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

10 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

11 hours ago