

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura saat memantau kondisi cuaca di perairan Papua, Kamis (29/1) (foto:Foto/Istimewa)
JAYAPURA – Pasca libur Paskah 2026, cuaca di Papua diprediksi didominasi berawan hingga hujan ringan-sedang, dengan potensi hujan lebat yang mulai sedikit berkurang. Meski demikian di wilayah pesisir Papua Utara, seperti di kabupaten Biak terdapat daerah belokan angin yang mendukung proses pertumbuhan awan hujan.
Hal ini terungkap setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jayapura melakukan monitoring kondisi cuaca terkini di wilayah Papua.
“Berdasarkan hasil monitoring kondisi cuaca terkini di wilayah Papua, terpantau anomali suhu muka laut sebesar +0,5°C, yang menunjukkan berkontribusinya suhu muka laut terhadap peningkatan suplai uap air di atmosfer,” kata Finnyalia Napitupulu, Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Senin (6/4).
Selain itu, pantauan gelombang atmosfer selama sepekan ke depan menunjukkan adanya Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial serta MJO yang aktif di sekitar Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan cuaca, khususnya di wilayah perairan utara Papua, serta meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah pesisir utara Provinsi Papua.
“Terdapat daerah belokan angin di wilayah utara Pulau Biak, serta labilitas lokal yang kuat juga turut mendukung proses pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Papua,” ungkapnya.
Prospek cuaca sepekan kedepan di wilayah Provinsi Papua cuaca umumnya berawan-hujan ringan, dengan potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kabupaten Jayapura, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Waropen, Sarmi dan Kepulauan Yapen.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…