Categories: METROPOLIS

Harusnya PLBN Membuka Akses Ekonomi Lebih Besar

DR Melyana Pugu M.Si (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Ketua Pusat Studi Indo – Pasific Universitas Cenderawasih, DR Melyana Pugu M.Si menyebut ada perbedaan yang cukup mencolok dari sistem pengelolaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)   di Papua dengan provinsi lain. Untuk PLBN Skow yang paling nampak adalah aktifitas ekonomi dan perdagangan yang masih dilakukan dalam skala kecil. Padahal dengan status PLBN ini seharusnya  sudah ada aktifitas ekspor impor yang dilakukan di lokasi perbatasan.

 “Saya bisa mengatakan di Papua  pengelolaan perbatasannya berbeda dengan tempat lain. Yang kita lakukan adalah model pengelolaan keamanan tradisional yang artinya poin security lebih besar dibanding perbatasan lain,” kata Pugu kepada Cenderawasih Pos, Rabu (7/4). Ia menyebut jika kita melihat di kondisi perbatasan Kalimantan, Entikong, peran dan fungsi CIQS  atau yang menjadi elemen dasar ini berjalan sama dan normal sesuai tugas pokoknya. 

 Elemen dasar itu mulai dari keamanan, karantina maupun imigrasi semua berjalan sesuai tugas pokoknya masing – masing. “Lalu mobil – mobil melakukan mobilisasinya secara normal terutama yang berkaitan dengan ekonomi. Disana mobil yang membawa barang beraktifitas seperti biasa sedangkan kita di Papua menggunakan gerobak padahal sama – sama PLBN,” sindirnya. Pugu menyinggung bahwa harusnya PLBN Skow dimana aktifitas ekonomi berputar lebih tinggi dan bukan dibatasi padahal karena statusnya PLBN. 

 “Pertanyaannya mengapa PLBN kita sedikit berbeda sehingga saya pikir ini juga harus dijawab dengan jujur oleh teman – teman di pusat,” tambahnya. Pugu sendiri dalam disertasi doktornya banyak berbicara soal konsep pengelolaan batas wiayah  secara sejahtera. Disana elemen dasar itu harus bersinergi dengan LSM, akademisi,  masyarakat dan semuanya bersinergi. Semisal  masyarakat sampaikan membutuhkan satu produk  tertentu yang sifatnya ekonomi, itu ditindaklanjuti oleh BPKM atau kelompok yang memang bisa menyiapkan sehingga roda ekonomi berputar. 

 “Kalau hanya BPLN saja yang kerja saya pikir sulit sekali mengembangkan potensi di PLBN. Harusnya PLBN salah satu syaratnya ada aktifitas ekonomi, harus ada ekspor impor dan mengapa kita punya belum sebab seharusnya itu dilakukan atau sudah berjalan” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

19 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

1 day ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

1 day ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

2 days ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago