

Kelompok seniman Papua yang melakukan konser dalam memperingati Hut Bob Marley ke-76 di cafe Sunshine Waena, Minggu, (7/2) kemarin. ( FOTO: Noel/Cepos)
JAYAPURA – Otonomi Khusus Papua yang telah dilaksanakan di Papua selama 20 tahun lebih ternyata tidak memberi dampak yang menggembirakan bagi seniman-seniman Papua. Bahkan di masa Otsus seperti saat ini seniman Papua sepertinya dibiarkan begitu saja oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Hal ini dikatakan Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Teddy Pekey, menurutnya ada pembiaran dari pemerintah yang tidak melihat integritas orang Papua melalui nilai seni yang sudah tertanam dalam jati diri orang Papua selama ini.
“Pemerintah provinsi dan kabupaten kota gagal menggunakan dana Otsus untuk membina seniman Papua hal ini jelas terlihat kurang adanya perhatian bagi seniman yang selama ini terus bersuara lewat seni untuk mengangkat integritas dan jati diri orang Papua tanpa ada perhatian pemerintah, ” katanya.
“Otonomi khusus yang sudah jalan selama 21 tahun di Papua ini keberpihakan, bagi seniman Papua tidak terlihat dalam pembiayaan penyediaan sarana prasarana agar seniman Papua itu bisa maju dan bersaing dan mandiri ini tidak pernah diperhatikan, ” Katanya.
“Sebenarnya lewat seni orang Papua bisa menunjukkan kemampuannya untuk tampil di dunia internasional dan nasional baik not musik, seni ukir, tarian dan sebagainya namun hal ini kurang diperhatikan pemerintah,” Katanya
Pemerintah daerah belum membuka diri untuk merangkul seniman Papua agar ada persaingan dari Papua kepada seniman lain di Indonesia bahkan di luar negeri tapi hanya dapat dilakukan pemerintah.
” Diharapkan mulai 2021 ini pemerintah rangkul seniman dan mari kita sama-sama bersatu mengharumkan Papua, karena ketika mereka tampil di even nasional maupun internasional nama Papua itu yang akan disebut bukan nama pribadi seharusnya pemerintah melihat ini apalagi adanya dana otsus, “katanya. (oel/wen)
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…