Selain itu, sejumlah perkara tindak pidana khusus, termasuk korupsi dan pelanggaran perdata, juga tetap menjadi fokus penanganan. Namun, menurutnya, porsi kasus pidana umum masih paling mendominasi.
“Kasus-kasus seperti pencurian, curanmor, dan narkotika masih menduduki peringkat tertinggi dalam daftar perkara kami. Ini tentu menjadi perhatian bersama, karena akar persoalannya sering kali terkait faktor ekonomi dan sosial,” imbuhnya.
Dari total 800 perkara yang telah ditangani sepanjang tahun ini, sekitar 80 persen di antaranya sudah memperoleh putusan pengadilan. Sisanya masih dalam tahap proses hukum, baik di tingkat penyidikan, penuntutan, maupun eksekusi.
“Kami tentu berharap tahun depan angka perkara bisa turun. Itu berarti kesadaran hukum masyarakat meningkat. Tapi untuk mencapai hal itu, semua pihak harus ikut ambil bagian,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa dunia memang tengah menghadapi ancaman…
Kenaikan ini terjadi sehari setelah harga sempat turun pada Rabu (25/3/2026), menyusul laporan bahwa Trump…
Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (29/3), lebih dari 3.200 aksi direncanakan di seluruh 50 negara…
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan, Kementerian ESDM terus…
Dewan Komisaris Bank Papua, Yorgemes Derek Hegemur, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan kinerja bank…
Ketinggian air juga lumayan dimana mencapai betis orang dewasa dan merata. Dari kondisi itu setidaknya…