

Hartati Sofia Iwanggin (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan menggelar operasi pasar murah terbesar di dua titik yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Pasar murah tersebut dalam rangka mempersiapkan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat, terutama mereka yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin mengatakan, pasar murah rencana dilakukan awal Desember dan pertengahan Desember Tahun 2025.
“Kami akan menyiapkan kebutuhan pokok yang lengkap di pasar murah yang akan digelar di dua lokasi tersebut. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama bagi mereka yang mau merayakan Natal,” kata Hartati, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (5/11).
Sambungnya, pasar murah tersebut akan melibatkan rumpun ekonomi terkait, ritel dan pihak perbankan.
Sementara untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Hartati mengaku pihaknya akan melakukan sidak di lapangan. Termasuk akan menyiapkan bahan-bahan yang menjadi kebutuhan masyarakat jelang Nataru.
“Bahan pokok yang jadi incaran masyarakat jelang Natal akan kami siapkan, sehingga permintaan masyarat terpenuhi. Ini juga salah satu upaya untuk menstabilkan harga,” ungkapnya.
Adapun bahan pokok yang jadi incaran atau yang paling banyak dicari masyarakat seperti telur, terigu, minyak goreng, daging dan lainnya.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…