Wakil Wali Kota, Rustan Saru yang meresmikan ikut bangga. “Dulu main di lorong, sekarang dimainkan di hotel dan aturannya ketat sekali. Saya baru tahu harus pakai sepatu dan tidak boleh bicara. Ini sebuah kemajuan karena judi justru sangat dilarang disini, ” katanya.
“Dulu kalau main bisa pakai kode, pegang telinga atau kasi bunyi kaki. Sekarang tidak bisa,” bebernya.
Ia melihat dulunya hanya olahraga hobi kini bisa menjadi olahraga prestasi.
“Kalau sudah terdaftar tentu pemerintah patut memberikan dukungan. Mereka yang main kalau sampai tengah malam juga bisa membantu menjaga lingkungan RT RW nya, ” bebernya.
“Saya berharap tidak hanya kumpul tapi harus ada hal positif yang dihasilkan,” tutup Rustan. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kondisi ini dapat ditemukan di hampir seluruh ruas jalan di wilayah kota bahkan di wilayah…
Willy Ater menjelaskan, penahanan tersebut dilakukan setelah pihaknya melayangkan 2 kali panggilan kepada yang bersangkutan.…
Menurut Tony Wenas, peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) tahun 2026 bukan sekadar…
Karena keberatan dengan tarif itu, Petrus menyebutkan bahwa banyak pedagang yang menunggak pembayaran selama bertahun-tahun,…
Bupati Waropen, Drs. F.X Mote, M.Si, yang hadir langsung bersama Wakil Bupati Yoel Boari, menegaskan…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejak…