Wakil Wali Kota, Rustan Saru yang meresmikan ikut bangga. “Dulu main di lorong, sekarang dimainkan di hotel dan aturannya ketat sekali. Saya baru tahu harus pakai sepatu dan tidak boleh bicara. Ini sebuah kemajuan karena judi justru sangat dilarang disini, ” katanya.
“Dulu kalau main bisa pakai kode, pegang telinga atau kasi bunyi kaki. Sekarang tidak bisa,” bebernya.
Ia melihat dulunya hanya olahraga hobi kini bisa menjadi olahraga prestasi.
“Kalau sudah terdaftar tentu pemerintah patut memberikan dukungan. Mereka yang main kalau sampai tengah malam juga bisa membantu menjaga lingkungan RT RW nya, ” bebernya.
“Saya berharap tidak hanya kumpul tapi harus ada hal positif yang dihasilkan,” tutup Rustan. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…