Atas permintaan itu, kemudian dirinya mengaku mencoba meskipun melalui tahapan dan mekanisme yang dilalui sejauh ini cukup berat dirasakan. Hingga pada akhirnya melalui keputusan MK partai-partai non seat kemudian bisa mengusulkan, sehingga itu menjadi pintu masuk baginya untuk bisa maju dalam bursa pencalonan pemilihan walikota Jayapura tahun ini.
“Karena itu, Prioritas kami ke depan bagaimana bisa menyelesaikan permasalahan yang ada tadi. Masalah banjir kemudian masalah ekonomi terutama ekonomi kreatif,” ujarnya.
Dia juga mempunyai keinginan besar mendorong digitalisasi UMKM di Kota Jayapura dengan dimasukkan dalam start up, untuk membantu promosi, pemasaran, melalui sistem start up yang dibangun oleh pemerintah. Tentu seiring sejalan dengan perkembangan teknologi, sehingga orang juga sudah bisa belanja online.
“Sebagian sudah jalan tetapi masih banyak yang belum, karena itu menjadi salah satu program kerja yang akan kita dorong, untuk pengembangan ekonomi ke depan,”pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…