Categories: METROPOLIS

Direncanakan Dijadikan Lokasi Car Free Day

Kawasan Jembatan Youtefa kini menjadi tempat favorit warga Kota Jayapura  untuk menikmati pemandangan di teluk Youtefa. Saat ini kawasan tersebut sedang direncanakan untuk dijadikan sebagai daerah Car Free Day (CFD). (FOTO : Weny Firmansyah/Cenderawasih Pos )

JAYAPURA – Jembatan Youtefa  kini menjadi satu ikonik Kota Jayapura mampu menyedot perhatian publik. Selain lokasinya baru, ia juga berada di selat yang menghubungkan Pantai Hamadi dengan Pantai Ciberi yang sama-sama menjual sisi keindahan. Lokasi ini perlahan-lahan semakin ramai dikunjungi dan tak hanya masyarakat Kota Jayapura tetapi juga dari Kabupaten Jayapura bahkan Sarmi. Pemerintah Kota Jayapura sendiri tengah memikirkan agar lokasi ini bisa memberi manfaat lain yang tak hanya sebagai akses jalan penghubung dan selfie tetapi tempat santai.

 Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM  tak menampik jika hingga kini Jembatan yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo  pada 28 Oktober tersebut terus menyedot pengunjung. Satu opsi yang bisa dilakukan adalah menjadikan lokasi ini sebagai tempat Car Free Day dalam waktu-waktu tertentu. “Tapi ini akan kami koordinasikan dan kaji lebih dulu apakah bisa atau tidak tapi paling tidak ada gambaran lain untuk tempat ini,” kata Rustan Saru melalui ponselnya. Poin plusnya adalah lokasi tersebut bisa mengakomodir warga yang selama ini ingin berfoto atau nongkrong tapi akhirnya mengganggu arus lalu lintas.  Tapi lokasi yang diambil adalah di bagian luar jembatan. 

 Nah jika lokasinya dijadikan tempat bebas dalam beberapa waktu paling tidak bisa menjawab rasa penasaran publik tanpa harus takut-takut. “Kalau disetujui ya bisa saja  dijadikan lokasi seperti itu (Car Free Day) tapi mungkin hanya 2 atau 3 jam  diakhir pekan saja,” bebernya. Namun Rustan tetap meminta bila disetujui maka semua kendaraan harus tertib. Tak boleh nongkrong di atas badan jalan jembatan tetapi parkir di luar area jembatan. Rustan juga meminta masyarakat juga harus bijak merespon  perkembangan kota dan tidak justru melakukan hal-hal yang memberi dampak negatif. 

 “Kita syukuri pembangunan terus dilakukan pemerintah tapi ini perlu diimbangi dengan sikap bijak serta arif. Terkait beberapa pelanggaran yang masih sering ditemukan di lokasi ini kami meminta untuk aparat lebih sering melakukan patroli,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

1 hour ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

2 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

3 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

4 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

5 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

5 hours ago