Categories: METROPOLIS

Pemkot Dorong Pengembangan Bahasa Ibu di 14 Kampung

JAYAPURA-Untuk menjaga eksistensi bahasa daerah atau bahasa ibu di masing-masing kampung yang ada di Kota Jayapura, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura  mendorong untuk pengembangan bahasa daerah atau bahasa ibu ini, menjadi mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan di setiap sekolah dimulai dari tingkat kampung.

   “Ke depan akan didorong sehingga bisa menjadi muatan lokal di kampung-kampung,” kata Penjabat Sekda kota Jayapura, Robby Kepas Awi,  Jumat (3/5).

Dia menyadari bahwa keberadaan bahasa lokal atau bahasa ibu di sejumlah kampung yang ada di Kota Jayapura saat ini sudah mulai terancam hilang. Hal ini seiring dengan perkembangan zaman dan dominasi menggunakan bahasa Indonesia sampai di tingkat kampung yang menyebabkan bahasa ibu mulai tidak dipergunakan lagi, atau dengan kata lain penuturnya berkurang. Karena itu, hal ini harus segera dilakukan upaya-upaya, terutama perlu diajarkan kembali di tingkat sekolah.

   “Karena memang bahasa bahasa lokal ini, kita menyadari sudah makin (terancam) punah, oleh karena itu pemerintah Kota Jayapura terus mendukung,” ujarnya.

   Saat ini Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan baru memproteksi keberadaan bahasa ibu bahasa Tobati. Baik melalui kamus maupun diajarkan di sekolah, salah satunya di SMP Negeri  2 Kota Jayapura. 

“Kalau kemarin kita mulai dengan Bahasa Tobati, teman-teman di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan tahun depan kita coba Bahasa Skouw, dan secara bertahap kita lakukan di 14 Kampung dan 10 Kampung Adat, ini bisa kita mendapatkan bahasa itu. Karena kalau tidak ada penutur, akan berkurang,” bebernya.

   Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Pemkot  Jayapura telah menerima penghargaan dari Kemendikbud dan Ristek RI terkait dengan keseriusan pemerintah dalam memproteksi keberadaan bahasa daerah atau pasar lokal di Kota Jayapura. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

5 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

6 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

7 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

8 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

9 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

10 hours ago