Categories: METROPOLIS

Organisasi Perempuan Terus Suarakan Stop Kekerasan

Para perempuan Papua dari berbagai organisasi perempuan Papua yang tergabung dalam Puspa Anggrek Hitam Provinsi Papua, saat kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di Pasar Tradisional Port Numbay Mega Futsal Abepura, Rabu (4/11).*FOTO: Yewen/Cepos

SENTANI- Berbagai organisasi perempuan di Provinsi Papua, salah satunya Puspa Anggrek Hitam Provinsi Papua bekerjasama dengan berbagai pihak terus menyuarakan tentang stop kekerasan terhadap perempuan di Pasar Port Numbay Mega Futsal Abepura, Rabu (4/11).

 Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua, Anneke Rawar, mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan ini, maka pihaknya percaya bahwa tidak ada lagi diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan di Papua.

 “Kita bisa lihat perempuan Papua itu adalah perempuan yang selalu berjuang dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Oleh karena itu, kepada laki-laki Papua untuk memberikan ruang kepada kami perempuan Papua, sehingga kami dapat memperjuangkan hak-hak kami sebagai seorang perempuan Papua,” ungkapnya.

 Anneke, berharap tidak ada lagi kekerasan yang terjadi di dalam keluarga, baik kekerasan terhadap perempuan maupun kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap perempuan yang ada di berbagai daerah yang ada di Papua.

 “Jangan sampai pengaruh handpone dan media sosial (medsos), perempuan anak menjadi korban dari tindakan kekerasan. Kami tolang dan stop kekerasan terhadap perempuan serta akhiri sudah. Laki-laki harus memberikan ruang kepada kami perempuan, karena kami adalah pelaku ekonomi,” harapnya.

 Sementara itu, Ketua Puspa Anggrek Hitam Provinsi Papua, Eirene Waromi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Mulai dari bagaimana mengakhiri kekerasan terhadap kesenjangan terhadap ekonomi dan akhir kekerasan terhadap perempuan dan anak serta akhiri perdagangan manusia.

 Sementara itu, Pasar Tradisional Port Numbay Mega Futsal Abepura, Dahlia Yohana, secara pribadi mendukung penuh para perempuan Papua untuk berjualan di sini dengan karya-karya yang mereka punya. (bet/wen)

newsportal

Recent Posts

Kios Klontongan Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…

14 hours ago

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

15 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

16 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

17 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

18 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

19 hours ago