

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat memberikan bantuan sembako kepada penerima manfaat di Kampung Waena, pekan kemarin. (foto:Hans/Cepos)
JAYAPURA– Turun Kampung (Turkam) Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo di 10 kampung adat di Kota Jayapura telah berakhir. Adapun Wali Kota Jayapura menjalani Turkam di 10 kampung adat tersebut dengan penuh suka cita.
Sebulan lebih ia menjalani Turkam di 10 Kampung adat tersebut dengan didampingi oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sementara itu dari perjalanan Turkam 10 kampung adat tersebut, ternyata Abisai Rollo memiliki catatan tersendiri, untuk selanjutnya dilakukan evaluasi. Adapun rencana evaluasi tersebut dikhususkan bagi para kepala pemerintah kampung (KPK).
“Jadi, ada beberapa catatan yang nanti menjadi evaluasi bagi saya dalam perjalanan Turkam di 10 kampung adat di Kota Jayapura,”ungkap Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.
Menurutnya, dari 10 kampung adat tersebut ada beberapa kampung yang tiga tungkunya tidak berjalan baik. Baik itu antara kepala kampung, pihak adat dan pihak gerejanya, ia melihat tiga tungku ini masih jalan sendiri-sendiri.
Untuk itu pihaknya berencana usai Turkam di 14 kampung selesai, maka waktu selanjutnya ia akan memanggil untuk melakukan pertemuan bersama kepala kampung.
“Kita perlu evaluasi kerja para kepala kampung, karena hasil dari Turkam ada banyak laporan yang dari masyarakat yang sudah kita serapi,”bebernya.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…