

Para peserta yang ikut pelatihan Jurnalistik feminis, Rabu (1/11) (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Ketimpangan ekonomi mendorong feminisasi kemiskinan, dimana makin banyak perempuan masuk dalam kelompok miskin dan sekaligus menghadapi ketidakadilan gender. Perempuan miskin tidak memiliki akses ke pengambilan keputusan dan ke sumber-sumber kehidupan akibat pembangunan ekonomi Indonesia yang berlandaskan investasi asing, utang luar negeri dan perdagangan internasional sejak rezim Orde Baru sampai saat ini.
Model pembangunan pertumbuhan ekonomi ini terus bertumpu pada eksploitasi sumberdaya alam dan manusia, sehingga makin banyak perempuan mengalami diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.
“Fenomena ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan gender yang memicu feminisasi kemiskinan tidak banyak menjadi perhatian publik. Karenanya, kita butuh banyak jurnalis perempuan yang memiliki komitmen pemberitaan untuk ikut memperjuangkan hak perempuan demi kehidupan yang lebih baik dan adil”, ucap Titi Soentoro.
Aksi! for gender, social and ecological justice bekerjasama Konde.co melakukan pelatihan jurnalistik feminis “ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan gender” untuk mengisi kebutuhan tersebut. Pelatihan ini dihadiri sebanyak 20 perempuan, terdiri dari jurnalis, aktivis dan perempuan komunitas dari Maluku, Ambon, Jakarta, Bali, Makassar, Kalimantan Tengah, Papua dan Bengkulu.
Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…
Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…
Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…
Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…