Sementara itu, Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander menyampaikan bahwa agenda BTF tidak hanya menghadirkan pameran perdagangan dan business matching antar-pelaku usaha dan UMKM dari kedua negara, tetapi juga akan diwarnai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis di sektor kesehatan dan lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan sukses karena membawa manfaat besar bagi peningkatan ekonomi perbatasan. Komunikasi lintas sektor terus kami lakukan, termasuk soal keamanan,” ujarnya.
Border Trade Fair diharapkan menjadi sarana memperkuat hubungan dagang, budaya, dan sosial masyarakat perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. Rapat dihadiri pejabat PNG dari sektor pariwisata, kebudayaan, unsur keamanan, serta beberapa tenan BTF. Dari pihak Indonesia hadir OPD teknis Pemprov Papua, Keimigrasian, Polda Papua, Karantina, Bea Cukai, PLBN dan sektor perhubungan. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…