Sementara itu, Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander menyampaikan bahwa agenda BTF tidak hanya menghadirkan pameran perdagangan dan business matching antar-pelaku usaha dan UMKM dari kedua negara, tetapi juga akan diwarnai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis di sektor kesehatan dan lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan sukses karena membawa manfaat besar bagi peningkatan ekonomi perbatasan. Komunikasi lintas sektor terus kami lakukan, termasuk soal keamanan,” ujarnya.
Border Trade Fair diharapkan menjadi sarana memperkuat hubungan dagang, budaya, dan sosial masyarakat perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. Rapat dihadiri pejabat PNG dari sektor pariwisata, kebudayaan, unsur keamanan, serta beberapa tenan BTF. Dari pihak Indonesia hadir OPD teknis Pemprov Papua, Keimigrasian, Polda Papua, Karantina, Bea Cukai, PLBN dan sektor perhubungan. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…