

Direktur PT AMJ, Entis Sutisna. (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA – Harapan masyarakat di wilayah pengembangan baru Koya Koso untuk segera mendapatkan pelayanan air bersih semakin dekat. Hal ini disampaikan masyarakat kepada Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat kegiatan Turun Kampung (Turkam) di daerah tersebut, Senin (29/9).
Menanggapi hal ini, Direktur PT AMJ, Entis Sutisna, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk membangun jaringan perpipaan utama dalam dua tahun terakhir.
Menurut Entis, Koya Koso memang masuk dalam kategori daerah pengembangan baru yang secara perlahan mulai dilengkapi dengan infrastruktur dasar. Salah satunya adalah instalasi jaringan perpipaan.
“Untuk pemasangan distribusi utama, sudah kita lakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. Jadi, langkah awal sebenarnya sudah kita siapkan agar nanti pelayanan bisa berjalan dengan baik,” jelas Entis Sutisna saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (2/10).
Ia juga menambahkan, pihak PT AMJ terus membangun komunikasi dengan aparat kampung dan tokoh masyarakat setempat. Hal ini penting untuk memastikan seluruh rencana pembangunan jaringan air bersih dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.
“Pada prinsipnya kami akan memfungsikan. Kebetulan di sana sudah ada jaringan perpipaan. Namun, sebelum difungsikan secara penuh, kami harus pastikan dulu secara sistem,” terangnya.
Lebih lanjut, Entis mengungkapkan bahwa sumber air untuk Koya Koso sejatinya sudah tersedia. Hal tersebut membuat pihaknya lebih optimis bahwa dalam waktu dekat, masyarakat setempat dapat segera menikmati aliran air bersih dari jaringan PDAM. Meski begitu, ia tetap menekankan pentingnya pengujian sistem agar tidak terjadi hambatan teknis di kemudian hari.
“Secara potensi, Koya Koso sudah siap. Sumber airnya sudah ada, jaringan juga ada. Sekarang tinggal bagaimana kita pastikan sistemnya berjalan stabil, Karena itu semua harus terukur,” imbuhnya.
Page: 1 2
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…