Categories: METROPOLIS

Korban Demo Anarkis Diminta Segera Lapor ke Polda

GOTONG ROYONG – Ratusan ASN Pemkot Jayapura bersama para paguyuban pihak perbankan dan TNI Polri keluar dari PTC Entrop menuju lokasi pembersihan puing-puing di Entrop, Selasa (3/9). Kondisi Jayapura dipastikan beberapa hari ke depan akan normal kembali

Kabid Humas: Percayakan Proses Hukum kepada Kepolisian 

JAYAPURA- Kepolisian Dearah (Polda) Papua menerima 39 aduan warga yang menjadi korban aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis di Kota Jayapura pada Kamis (29/8).  Sebagaimana dalam aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis itu beberapa bangunan kios dan tempat usaha lainnya mengalami kerusakan baik itu kerusakan akibat lemparan batu maupun yang dibakar.

Polda Papua sendiri telah mendatakan kerusakan material bangunan gedung, kantor, kios dan kendaraan pasca aksi unjuk rasa anarkis yang terjadi pada hari Kamis 29 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban pasca kejadian tersebut untuk dapat melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua.

 Menurut Kamal, hal ini bertujuan agar mempermudah proses penyidikan aksi anarkis yang dilakukan oleh massa aksi demo. Terkait hal tersebut Polda Papua telah menetapkan 28 tersangka pengerusakan dan pembakaran fasilitas umum, fasilitas pemerintah dan fasilitas pribadi mulai dari Distrik Abepura hingga Distrik Jayapura Utara.“Kepada para korban untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Percayakan proses hukum ini kepada kepolisian,” tegas Kamal, Selasa (3/9).

Kamal mengklaim saat ini situasi Kota Jayapura berangsur-angsur kondusif. Aktifitas masyarakat sudah mulai ramai dan pusat-pusat perbelanjaan sudah berkatifitas seperti biasa. 

“Masyarakat yang akan melakukan aktifitasnya sehari-hari untuk tidak merasa takut, TNI-Polri menjamin keamanan di wilayah Papua khususnya di Kota Jayapura,” ungkap Kamal.

Sementara itu, pasca demo yang berakhir anarkis di Kota Jayapura. Polda Papua masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi ataupun saksi sekaligus sebagai tersangka.

“Tidak menutup kemungkinan, dalam aksi yang berujung anarkis ini ada penambahan tersangka lainnya. Tim sedang mendalami setiap laporan yang diterima di lapangan, termasuk pemain lapangan, provokasi dan dalangnya,” terang Kamal.

Polda Papua sendiri mencatat warga sipil yang meninggal pasca aksi demo yang berakhir anarkis hingga  saat ini berjumlah lima orang dan empat lainnya luka-luka termasuk dengan aparat Kepolisian dalam hal ini Kabag Ops Polres Jayapura Kota. 

 Kamal menegaskan, siapapun yang melakukan tindakan kriminal akan ditindak tegas. Terkait dengan kasus penikaman sudah ada beberapa orang yang telah dilakukan pemeriksaan. (fia/wen) 

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

1 day ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

1 day ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

2 days ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

2 days ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

2 days ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

2 days ago