Categories: METROPOLIS

Desa Tangguh Bencana, Siapkan Masyarakat Lebih Responsif Hadapi Bencana

JAYAPURA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyebut berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2021, seluruh Wilayah Indonesia berada dalam tingkat rawan bahaya sedang dan tinggi.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BNPB, Melissa Aprilia, menyebut ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi sebagai upaya pengurangan risiko bencana menjadi upaya yang mutlak dilakukan terutama pada fase pra bencana.

“Merujuk pada komitmen dari SFDRR 2015 – 2030, pengarustamaan PRB yang disinergikan pada semua lini sektor, tidak hanya ditujukan untuk mengurangi jumlah korban, kerusakan ataupun kerugian secara ekonomi, namun sebagai bentuk investasi untuk meningkatkan resiliensi terhadap ancaman bencana dimasa mendatang,” ucap Melissa kepada Cenderawasih Pos.

Dengan demikian kata Melissa, para fasilitator kabupaten/kota (Fasda) dan fasilitator desa/kelurahan (Fasdes) yang telah dilatih selama ini merupakan aset bagi pemerintah daerah dan desa/kelurahan.

“Pemerintah daerah dan desa untuk terus memberdayakan fasilitator ini, memberi mereka peran aktif dalam berbagai aktiftas penanggulangan bencana, terutama di masa pra bencana. Mereka dapat menjadi penggerak utama dalam melatih masyarakat, mengkoordinasikan upaya pengurangan risiko bencana, dan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil berbasis pada pengetahuan yang memadai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Papua, Barkah Wisnu Raditya, mengatakan desa tangguh bencana merujuk pada sebuah konsep atau pendekatan dalam pengelolaan bencana di tingkat lokal, khususnya di desa atau masyarakat pedesaan.

“Konsep ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat secara lebih baik dalam menghadapi dan mengurangi dampak bencana alam atau bencana lainnya yang mungkin terjadi,” ucap Raditya.

Menurutnya, ada beberapa ciri atau karakteristik dari desa tangguh bencana diantaranya pemetaan resiko bencana. Dimana Desa Tangguh Bencana melakukan pemetaan dan analisis risiko bencana secara sistematis.

Ada juga perencanaan darurat, dimana desa ini memiliki rencana darurat yang terstruktur dan terorganisir dengan baik. Termasuk  penguatan kapasitas masyarakat dimana Desa Tangguh Bencana aktif melibatkan masyarakat dalam pelatihan dan pembangunan kapasitas.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk keterampilan pertolongan pertama, evakuasi, dan manajemen logistik,” ujarnya.

Dengan menerapkan konsep Desa Tangguh Bencana, diharapkan bahwa masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana, lebih cepat dalam merespons, dan lebih mampu memulihkan diri setelah bencana terjadi.

“Khususnya masyarakat di Papua masih dibutuhkan pendampingan secara simultan, sehingga diharapkan dapat benar-benar mandiri, siap, tangguh dalam menghadapi bencana yang terjadi,” ucapnya.

Sekedar diketahui, digelar kegiatan lokakarya pengakhiran fasilitas penguatan ketangguhan masyarakat wilayah 2, di Jayapura, Selasa (2/7). (fia/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

11 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

12 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

13 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

14 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

15 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

16 hours ago