Politisi yang juga dikenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat itu menjelaskan bahwa peran Ondoafi tidak hanya terbatas pada urusan adat semata. Lebih dari itu, para pemimpin adat juga memiliki pengaruh besar dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Menurutnya, apabila para Ondoafi dilibatkan secara aktif melalui staf khusus adat, maka berbagai persoalan yang berkaitan dengan sengketa lahan, konflik sosial, keamanan lingkungan, hingga pembangunan dapat ditangani dengan pendekatan yang lebih humanis dan mengedepankan musyawarah.
“Keberadaan mereka dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan pengalaman dan pengaruh yang dimiliki para Ondoafi, tentu mereka bisa membantu menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Deli juga berharap pembentukan staf khusus adat nantinya tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar diberikan ruang untuk berkontribusi dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat adat dan pembangunan daerah. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…