Politisi yang juga dikenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat itu menjelaskan bahwa peran Ondoafi tidak hanya terbatas pada urusan adat semata. Lebih dari itu, para pemimpin adat juga memiliki pengaruh besar dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Menurutnya, apabila para Ondoafi dilibatkan secara aktif melalui staf khusus adat, maka berbagai persoalan yang berkaitan dengan sengketa lahan, konflik sosial, keamanan lingkungan, hingga pembangunan dapat ditangani dengan pendekatan yang lebih humanis dan mengedepankan musyawarah.
“Keberadaan mereka dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan pengalaman dan pengaruh yang dimiliki para Ondoafi, tentu mereka bisa membantu menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Deli juga berharap pembentukan staf khusus adat nantinya tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar diberikan ruang untuk berkontribusi dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat adat dan pembangunan daerah. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…
Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…
Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…
Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…