Fakhiri menjelaskan konsep tersebut akan menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan. Produk masyarakat dibeli oleh dapur MBG, kemudian diolah menjadi makanan bergizi dan kembali diberikan kepada anak-anak Papua sebagai penerima manfaat program.
Ia mengaku optimistis program MBG mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara tepat dan berbasis potensi lokal.
Namun begitu, Fakhiri mengakui tantangan pelaksanaan MBG di Papua berbeda dengan daerah lain karena kondisi geografis yang terdiri dari wilayah pesisir, kepulauan, pegunungan, dan daerah terpencil. Karena itu, ia meminta kepala daerah berinovasi agar program tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pelepasan 103 calon jamaah umrah asal Kota Jayapura yang…
Tak tanggung-tanggung agenda ini sampai melibatkan dua jenderal yang langsung turun ke TKP. Salah satunya…
Menurut Kamino, usulan tersebut sangat tepat sasaran dan menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. Ia…
Mereka dilumpuhkan dalam operasi penegakan hukum di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo,…
Kepala Bapperida Provinsi Papua Muflih Musaad di Jayapura, Sabtu, mengatakan saat ini pemerintah provinsi…
Menurut Abisai, momentum peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan…