Fakhiri menjelaskan konsep tersebut akan menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan. Produk masyarakat dibeli oleh dapur MBG, kemudian diolah menjadi makanan bergizi dan kembali diberikan kepada anak-anak Papua sebagai penerima manfaat program.
Ia mengaku optimistis program MBG mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara tepat dan berbasis potensi lokal.
Namun begitu, Fakhiri mengakui tantangan pelaksanaan MBG di Papua berbeda dengan daerah lain karena kondisi geografis yang terdiri dari wilayah pesisir, kepulauan, pegunungan, dan daerah terpencil. Karena itu, ia meminta kepala daerah berinovasi agar program tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…